Dirut Bulog sebut pengadaan 146 kios di Pasar Jaya terus berproses

2 weeks ago 7

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan rencana pengadaan 146 kios di PD Pasar Jaya Jakarta terus berproses melalui tindak lanjut jajaran di wilayah guna memperkuat distribusi dan stabilitas harga pangan strategis.

Ia menjelaskan pelaksanaan program tersebut tengah dikoordinasikan oleh Pimpinan Wilayah (Bulog) DKI Jakarta guna memastikan setiap pasar memiliki kios Bulog sebagai perpanjangan distribusi pangan.

"Ini lagi ditindaklanjuti oleh Pinwil DKI ya, Pinwil DKI untuk supaya bisa direalisasikan tiap pasar itu ada kios Bulog sebagai perpanjangan tangan (Bulog)," kata Rizal ditemui usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta, Senin.

Menurutnya, kehadiran kios di pasar bertujuan mempermudah akses pengecer terhadap pasokan pangan tanpa harus mengambil langsung dari gudang pusat.

Langkah tersebut diharapkan dapat menekan biaya distribusi sekaligus meningkatkan efisiensi penyaluran komoditas pangan kepada pedagang di tingkat pasar.

"Kan kalau teman-teman (pedagang eceran) harus ngambil, beli di gudang Bulog pusat, di gudang-gudang DKI lah contoh itu, itu kan cost-nya tinggi. Jadi harus ada perpanjangan tangan kita di masing-masing pasar," ujar Rizal.

Program tersebut sebelumnya telah direncanakan bersama Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo sebagai langkah menjaga stabilitas harga pangan strategis di tingkat konsumen.

Rizal menyebut rencana pengadaan 146 kios itu mencakup seluruh pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya sebagai proyek percontohan distribusi pangan langsung. Rencana itu telah dibahas bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Ramadhan Februari lalu.

Melalui kios tersebut, Bulog akan menyediakan stok komoditas seperti beras, MinyaKita, dan gula agar dapat diakses langsung oleh pengecer resmi di pasar.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat distribusi, menekan biaya logistik, serta mengurangi potensi kelangkaan yang kerap memicu kenaikan harga di tingkat pengecer.

Bulog hanya akan melayani pengecer yang telah terdaftar resmi dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai ketentuan yang berlaku dalam sistem perdagangan pangan nasional.

Selain penyediaan kios, pihak pengelola pasar juga akan memasang papan informasi harga guna memastikan transaksi berjalan sesuai harga eceran tertinggi dan harga acuan pemerintah.

Informasi harga komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, dan tepung akan ditampilkan untuk memudahkan pengawasan serta mencegah praktik harga di atas ketentuan.

Rizal menegaskan DKI Jakarta menjadi prioritas pelaksanaan karena perannya sebagai barometer nasional yang mempengaruhi stabilitas harga pangan di berbagai daerah lain.

Untuk memperkuat implementasi, Bulog bersama Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan nota kesepahaman sebagai dasar kerja sama dalam distribusi pangan di pasar secara berkelanjutan.

Rizal menambahkan, apabila program itu berjalan, Bulog membidik, hal serupa dilakukan oleh jajaran di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur dan lainnya.

Baca juga: Pasar Jaya kebut digitalisasi pasar, target 110 rampung tahun Ini

Baca juga: Dirut Bulog minta jajaran di daerah operasi pasar MinyaKita

Baca juga: DKI revitalisasi Pasar Gardu Asem dan bangun Pasar Kramat Jaya

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |