Dino Patti Djalal apresiasi Indonesia tak terapkan tarif Selat Malaka

6 days ago 10

Jakarta (ANTARA) - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengapresiasi pernyataan Menteri Luar Negeri Sugiono bahwa Indonesia tidak akan memberlakukan tarif di Selat Malaka.

"Saya menghargai pernyataan Menlu Sugiono atas penolakan wacana pemungutan pajak terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Malaka," kata Dino lewat unggahannya di medsos X, Jumat.

Menurutnya, jika tarif tersebut terjadi, maka dampaknya sangat buruk untuk citra internasional dan kredibilitas Indonesia sebagai pelopor sekaligus arsitek UN Convention of Law and Sea (UNCLOS).

Selain itu, katanya, hal tersebut juga berpotensi merusak suasana KTT ASEAN di Cebu, Filipina pada Mei mendatang yang akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Pasalnya, pemungutan biaya yang melanggar hukum internasional itu pasti diprotes oleh negara-negara tetangga dan dunia internasional, serta akan mengguncang perekonomian global yang kini sedang rapuh.

"Ingat bahwa kita sangat bergantung pada konvensi hukum laut, sebagai instrumen hukum internasional yang menjamin keabsahan konsep wawasan nusantara NKRI, di mana Indonesia akhirnya memiliki kedaulatan penuh atas laut-laut di antara kepulauan nusantara yang sebelumnya adalah wilayah laut bebas internasional," katanya.

Dino mengimbau para pejabat pemerintah untuk terus mengedepankan kehati-hatian dan kebijaksanaan dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik agar komunikasinya tetap jelas.

"Koordinasikan dulu inisiatif kebijakan atau ide-ide baru melalui mekanisme inter-departemen dan mintakan persetujuan presiden," tulisnya di unggahan tersebut.

Baca juga: Menkeu Purbaya tegaskan tak berencana pajaki Selat Malaka

Baca juga: Menlu Sugiono tegaskan RI tidak akan kenakan tarif di Selat Malaka

Baca juga: Anggota DPR tanggapi isu pajak: Selat Malaka tak seperti Terusan Suez

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |