Ciri-ciri pantai yang berpotensi memiliki arus rip current

4 weeks ago 19

Jakarta (ANTARA) - Kabar duka datang dari dunia pendidikan. Kegiatan outing class yang seharusnya menjadi momen menyenangkan bagi siswa SMPN 7 Mojokerto justru berujung tragedi.

Empat siswa dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus laut di Pantai Drini, Kelurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Yogyakarta, pada Selasa (28/1/2025).

Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto, menjelaskan bahwa para korban terseret oleh arus rip current, yang dikenal sebagai arus balik laut. Kejadian ini menambah daftar panjang insiden kecelakaan laut akibat fenomena alam yang sering kali tidak disadari oleh para wisatawan.

Baca juga: Tim gabungan temukan tiga siswa SMP terseret ombak di Pantai Drini Gunungkidul

Rip current merupakan fenomena alam di mana air laut yang sebelumnya terdorong ke pantai oleh gelombang akan kembali ke laut dengan arus yang sangat kuat.

Menurut penjelasan dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di laman maritim.bmkg.go.id, arus ini terbentuk akibat pertemuan ombak yang bergerak sejajar dengan garis pantai, menciptakan aliran balik dengan kecepatan tinggi.

Arus ini bisa sangat berbahaya karena mampu menyeret siapa saja yang berada di jalurnya, bahkan perenang yang berpengalaman sekalipun.

Banyak orang yang terjebak dalam rip current panik dan berusaha melawan arus dengan berenang langsung ke pantai, yang justru membuat mereka kelelahan dan berisiko tenggelam.

Baca juga: Insiden Rip Current: Tragedi belasan pelajar tenggelam di Pantai Drini

Ciri-ciri pantai yang berpotensi memiliki arus rip current

Mengenali ciri-ciri pantai yang berpotensi memiliki rip current sangat penting untuk keselamatan Anda. Berikut beberapa tanda yang dapat membantu Anda mengidentifikasi keberadaan rip current:

1. Terdapat aliran buih atau busa yang bergerak ke laut:

Ketika Anda berada di pantai, perhatikan buih ombak yang datang. Bila ada celah di antara buih-buih gelombang itu, maka kemungkinan di sekitar area itu sedang terjadi rip current atau arus pecah.

2. Celah di antara ombak yang pecah:

Rip current dapat ditandai dengan adanya jeda di antara barisan gelombang pecah.

3. Perbedaan warna air:

Ketika terjadi rip current hal itu dapat menyebabkan perbedaan warna air, seperti area menjadi lebih gelap atau keruh karena arus ini membawa sedimen dari dasar laut ke permukaan.

4. Permukaan air yang tampak lebih tenang:

Ironisnya, area dengan rip current kadang tampak lebih tenang dibanding sekitarnya, karena arus ini mengalir menjauh dari pantai sehingga dapat mengurangi tinggi gelombang di atasnya.

Baca juga: Penduduk Pantai Teluk AS pergi dari Badai Ida yang 'sangat berbahaya'

Baca juga: BMKG: Gelombang tinggi berbahaya bagi pelayaran di pantai barat Aceh

Pewarta: Allisa Luthfia
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |