Cara sederhana yang efektif untuk mengatasi stres dan kecemasan

1 day ago 3

Jakarta (ANTARA) - Stres dan kecemasan biasanya dialami sebagian orang karena tekanan pekerjaan atau gaya hidup yang tidak sehat.

Laman Hindustan Times pada Rabu (15/4) waktu setempat melaporkan mengatakan ada cara sederhana yang efektif dilakukan untuk mengatasi stres dan kecemasan salah satunya dengan konsistensi, sebagaimana dikatakan oleh dokter dari departemen penyakit dalam di Rumah Sakit CK Birla, Jaipur, India, Dr. Rahul Mathur.

Mathur merekomendasikan pola pernapasan berirama (seperti metode 4-7-8), meditasi harian, atau sekadar berjalan-jalan di luar ruangan.

“Aktivitas-aktivitas ini membantu menurunkan kadar kortisol secara fisik dan menenangkan sistem saraf Anda,” katanya.

Baca juga: Kontak dengan hewan peliharaan bantu turunkan hormon stres

Baca juga: Psikolog soroti stres yang kerap dianggap wajar di tempat kerja

Selain itu, konsisten terhadap waktu tidur juga bisa dilakukan sebagai cara sederhana yang bisa mengurangi stres. Dr. Mathur menyarankan untuk tetap bangun pada waktu yang sama setiap hari, menghindari penggunaan elektronik satu jam sebelum tidur, dan berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk mengatur ulang jam internal tubuh.

Selain itu, mengurangi kafein sebelum pukul 2 siang dapat mencegah kegelisahan di malam hari. Untuk tetap tidur nyenyak, Dr. Mathur merekomendasikan untuk menciptakan 'tempat perlindungan tidur' yang sejuk dan gelap, serta menggunakan jurnal untuk menuliskan pikiran-pikiran yang mengganggu sebelum tidur.

Jika terbangun, tahan keinginan untuk memeriksa ponsel karena cahaya biru akan semakin membangunkan otak. Sarannya tetaplah berada di tempat gelap dan fokuslah pada pernapasan dalam sebagai gantinya.

Mathur mengatakan peran olahraga juga penting dalam mengelola stres, kecemasan dan memperbaiki kesehatan mental.

“Anggaplah aktivitas fisik sebagai penstabil suasana hati alami. Dengan berolahraga, Anda memicu pelepasan zat kimia ‘penyebab perasaan senang’ sekaligus membersihkan hormon stres. Bahkan kebiasaan berjalan cepat selama setengah jam hampir setiap hari dapat secara drastis meningkatkan kesejahteraan mental dan kualitas tidur Anda,” sarannya.

Sementara itu, stres juga dapat dipicu karena kurangnya nutrisi penting seperti vitamin D atau omega-3 yang dapat merusak suasana hati, sementara diet yang kaya akan makanan olahan dapat memicu peradangan internal dan meningkatkan perasaan cemas.

Untuk pikiran yang lebih tenang, Mathur menyarankan untuk konsumsi 'makanan untuk otak' seperti beri, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan yogurt. Sebaliknya, Dr. Mathur menyarankan untuk membatasi gula, alkohol, dan kafein berlebihan, karena hal-hal tersebut dapat meningkatkan detak jantung dan meniru atau memperburuk sensasi fisik kecemasan.

Baca juga: Mekanisme kelola stres kurangi risiko adiksi zat psikoaktif

Mathur mengatakan, stres dan kecemasan yang terus-menerus dapat mengubah sistem respons stres otak dan menyebabkan kondisi kronis seperti gangguan kecemasan umum, depresi, gangguan tidur, dan bahkan penurunan kognitif.

Stres normal biasanya memiliki penyebab yang jelas dan mereda setelah situasi teratasi. Namun, jika perasaan konstan tanpa pemicu yang jelas, atau jika mulai menyebabkan gejala fisik seperti detak jantung yang cepat dan mengganggu kemampuan untuk bekerja atau makan, saatnya untuk berkonsultasi dengan profesional.

Dalam jangka panjang, hal ini juga memengaruhi kesehatan fisik, meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

Di sisi lain, membantu orang terdekat untuk mengelola stres bisa dilakukan dengan kehadiran yang tenang, bukan nasihat yang tidak diminta. Dr. Mathur menyarankan untuk menghindari ungkapan yang meremehkan seperti 'santai saja'.

Sebaliknya, fokuslah pada mendengarkan tanpa menghakimi, bersabar dengan perjalanan mereka, dan dengan lembut membantu mereka menemukan sumber daya profesional jika situasinya memburuk.

“Manajemen stres bukanlah tentang menghilangkan stres dari hidup Anda tetapi tentang mengubah cara Anda bereaksi terhadapnya. Ini melibatkan kombinasi keterampilan hidup praktis, seperti manajemen waktu dan kebiasaan sehat, yang bertujuan untuk membangun ketahanan internal Anda sehingga Anda dapat menghadapi tantangan hidup tanpa hancur,” kata Mathur.

Baca juga: Kemenkes: Stress Awareness Month 2026 momen aksi nyata tangani stres

Baca juga: Kiat bepergian tanpa stres dengan atur manajemen waktu

Baca juga: Berhubungan dengan orang "toxic" bisa membuat lebih cepat tua

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |