Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyerap sebanyak 99 ton jagung pipil dari petani di daerah tersebut pada periode Januari 2026.
"Pada awal tahun ini, kami telah melakukan penyerapan sebanyak 99 ton dari beberapa daerah yang sudah panen jagung," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Minggu
Budi mengatakan lokasi penyerapan jagung tersebut di antaranya Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Labuhan Batu.
Lebih lanjut, ia mengatakan penyerapan jagung dari petani tersebut akan terus dilakukan karena masih ada potensi penambahan lagi.
"Apalagi saat ini di pasar harga jagung berkisar Rp6.500 per kilogram, beda sedikit dengan pembeli Bulog Rp6.400 per kilogram," ucapnya.
Kebijakan itu telah ditetapkan dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Gabah dan Beras mulai berlaku 15 Januari 2025.
Hal itu bertujuan melindungi petani sebagai elemen penting dalam rangka percepatan swasembada pangan.
Dengan demikian pemerintah dan segala pihak terkait dapat bergerak bersama mewujudkan swasembada pangan dan tidak ada lagi petani dirugikan.
Untuk itu, pihaknya memaksimalkan penyerapan dengan kerja sama untuk melakukan sosialisasi kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan), Polri, pemerintah daerah dan lainnya.
Budi menambahkan penyerapan jagung tersebut berpotensi juga dilakukan di Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat.
"Ketiga daerah ini berpotensi untuk melakukan penyerapan jagung dari petani tersebut," kata dia.
Bulog Sumut pada 2025 telah menyerap jagung pipil kering sebanyak 2.079 ton dari petani di wilayah Sumut untuk meningkatkan kebutuhan ayam ternak dalam ketahanan pangan.
Baca juga: Bulog Sumut serap 1.117 ton gabah petani pada Januari 2026
Baca juga: Dirut Bulog pastikan stok beras-minyak di Sumut masih kondisi aman
Baca juga: Dirut Bulog minta Pinwil stok beras 50 ton di bandara titik bencana
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































