Bulog jajaki pembangunan gudang di Kampung Haji Arab Saudi

2 weeks ago 9
Sehingga nanti beras-beras kita ataupun daging-daging kita, ikan-ikan kita bisa kita simpan di gudang Bulog yang di Kampung Haji,

Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog menjajaki pembangunan gudang logistik di kawasan Kampung Haji Arab Saudi guna mendukung pasokan beras nasional bagi jemaah haji dan umrah Indonesia, seiring rencana ekspor perdana beras premium pada musim haji 2026.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, rencana tersebut sedang dikomunikasikan dengan otoritas terkait di Arab Saudi, menyusul kebijakan pemerintah yang mewajibkan penggunaan beras produksi dalam negeri untuk konsumsi jemaah haji Indonesia.

“Kami mohon diberikan ruang di Kampung Haji. Kalau nanti diizinkan kami minta ruang untuk bisa bangun gudang Bulog di sana,” kata Ahmad usai rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Senin.

Menurut dia, keberadaan gudang tersebut diperlukan untuk menjamin kesinambungan pasokan logistik pangan Indonesia di Arab Saudi, tidak hanya untuk beras, tetapi juga komoditas pangan lain pada tahap berikutnya.

Baca juga: Prabowo: RI pertama bangun kampung haji, bentuk penghormatan Saudi

“Sehingga nanti beras-beras kita ataupun daging-daging kita, ikan-ikan kita bisa kita simpan di gudang Bulog yang di Kampung Haji,” ujar dia.

Ahmad menjelaskan, untuk tahap awal Bulog menyiapkan ekspor perdana sekitar 2.280 ton beras premium yang ditujukan bagi dapur-dapur pengelola konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Volume tersebut dinilai relatif kecil dibandingkan stok beras Bulog yang saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton, sehingga tidak mengganggu pasokan dalam negeri.

Ia menyebut, gudang di Kampung Haji akan difungsikan sebagai simpul logistik agar distribusi pangan bagi jemaah haji dan umrah dapat berlangsung lebih terencana dan efisien.

Baca juga: Bulog siapkan kapasitas gudang 2,1 juta ton dukung serapan panen raya

“Minimal satu gudang itu 1.000 ton. Kalau 1.000 ton saja sudah cukup, nanti bertahap kalau memang masih dibutuhkan kita bangun lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, kebijakan penggunaan beras nasional bagi jemaah haji merupakan bagian dari upaya pemanfaatan hasil produksi dalam negeri seiring capaian swasembada pangan.

Ekspor beras haji tersebut direncanakan mulai dilakukan pada pekan ketiga Februari 2026 melalui skema bisnis ke bisnis dengan pengelola dapur jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, sembari menunggu penyelesaian perizinan dan koordinasi teknis lintas kementerian dan lembaga terkait.

Baca juga: Bulog pastikan gudang sewa 2 juta ton aman dan layak hadapi panen raya

Baca juga: Dirut Bulog bidik pemanfaatan gudang TNI-Polri hadapi panen awal 2026

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |