Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) Republik Indonesia menggaungkan Bahasa Indonesia di dunia internasional, seiring dengan penggunaan bahasa itu sebagai bahasa resmi di sidang umum Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO).
"Saat ini, Bahasa Indonesia sudah setara dengan bahasa internasional," kata Kepala BPPB Hafidz Muksin saat menghadiri peresmian Gedung Kantor Bahasa Babel di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan UNESCO telah menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di sidang forum internasional dan pada 2025, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk pertama kalinya berpidato menggunakan Bahasa Indonesia di forum resmi internasional.
"Saat ini, hanya ada 10 bahasa di dunia dan salah satu Bahasa Indonesia yang resmi digunakan di sidang umum UNESCO," ujarnya.
Baca juga: Mendikdasmen: Bahasa Indonesia resmi jadi progdi di Al-Azhar Mesir
Menurut dia, jika Bahasa Indonesia sudah dijadikan sebagai bahasa resmi di sidang resmi UNESCO maka diharapkan kepala pemerintah daerah dan masyarakat untuk menggencarkan Gerakan mahir dan maju dengan Bahasa Indonesia.
"Sebagai Bangsa Indonesia momen dukungannya, kita tentunya bangga Bahasa Indonesia sudah setara dengan bahasa internasional yang ditetapkan UNESCO ini," katanya.
Ia menambahkan sebagai bangsa berbudaya yang memiliki 718 bahasa daerah, maka Kantor Bahasa juga melakukan kegiatan revitalisasi bahasa daerah.
"Bahasa daerah khususnya di Kepulauan Babel harus dilakukan revitalisasi agar tidak mengalami kepunahan. Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah daerah untuk melakukan berbagai perlombaan berbahasa daerah ditingkat SD, SMP, dan SLTA," katanya.
Baca juga: Arti kehadiran Indonesia di media Vatikan
Baca juga: Badan Bahasa perkuat pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia di Kepri
Pewarta: Aprionis
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































