Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyebut ancaman narkotika tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga dapat menghambat Indonesia dalam mengoptimalkan bonus demografi.
Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan generasi muda yang sehat, berintegritas, terampil, dan produktif merupakan modal penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Karena itu, menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika berarti turut menjaga kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa," ucap Komjen Pol. Suyudi dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, BNN tidak hanya mengedepankan upaya pemberantasan, tetapi juga memperkuat strategi penanggulangan dari hulu melalui lima pilar, yakni pencegahan, pemulihan, pemberdayaan, ketahanan, dan kolaborasi.
Suyudi menyampaikan berbagai upaya dilakukan melalui penguatan Integrasi Kurikulum Anti-Narkotika (IKAN), peningkatan layanan rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan ekosistem Bersih Narkoba (Bersinar) di berbagai lingkungan.
Dengan demikian, ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menurutnya, kampus tidak hanya diharapkan menjadi pusat pendidikan, tetapi juga ruang tumbuh bagi literasi, riset, dan inovasi sekaligus membangun ketahanan mahasiswa agar mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman narkotika.
“Kami ingin mengajak seluruh mahasiswa dan civitas academica untuk dapat menjadi agent of change, agent of prevention, social control, dan future leader,” ujarnya.
Baca juga: Djamari: Pencegahan kejahatan transnasional perlu libatkan seluruh APH
Ajakan tersebut salah satunya telah dilontarkan kepada 4.800 mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) di Jakarta, Senin (10/8).
Saat memberikan kuliah umum bertema Generasi Bersih: Bela Negara Tanpa Narkoba tersebut, Kepala BNN menekankan semangat bela negara dapat diwujudkan generasi muda melalui keberanian menjaga diri, lingkungan, dan secara tegas menolak penyalahgunaan narkotika.
Dalam konteks narkotika, kata dia, bela negara bagi generasi muda bukan lagi tentang mengangkat senjata, melainkan kemampuan untuk secara tegas berkata tidak pada narkotika.
Ia menjelaskan ancaman narkotika saat ini semakin kompleks dan berkembang menjadi kejahatan transnasional yang memanfaatkan teknologi digital, jaringan logistik, sistem keuangan modern, hingga ruang digital yang sulit terdeteksi.
Berdasarkan data yang disampaikan, prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia pada periode 2023–2025 mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta penduduk. Kelompok usia 15–24 tahun menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian dengan prevalensi mencapai 2,53 persen.
Selain itu, dia mengingatkan mahasiswa terkait perkembangan narkoba jenis baru (NPS) serta munculnya modus penyalahgunaan zat melalui rokok elektrik atau vape.
BNN telah melakukan pengujian terhadap 341 sampel cairan vape dan menemukan sejumlah sampel yang mengandung zat berbahaya, antara lain synthetic cannabinoid, metamfetamin, dan etomidate.
Untuk itu, Suyudi berharap 4.800 mahasiswa baru UPNVJ dapat mengambil peran sebagai agen pencegahan narkotika dengan menyebarluaskan pesan antinarkotika kepada teman, keluarga, dan lingkungan sosial.
Dirinya menegaskan ancaman narkotika merupakan tantangan nyata terhadap kualitas manusia Indonesia sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa untuk bergerak lebih cepat dalam melindungi generasi bangsa.
Adapun kuliah umum itu merupakan bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPNVJ Tahun 2026 sekaligus menjadi momentum BNN untuk memperkuat ketahanan generasi muda terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika serta mendorong mahasiswa mengambil peran aktif sebagai agen pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Tema kuliah umum yang disampaikan dinilai selaras dengan identitas UPNVJ sebagai kampus bela negara serta tema PKKMB Tahun 2026, yaitu Muda Berkarakter, Bela Negara Berdampak Nyata untuk Bangsa.
Baca juga: BNN RI salurkan bantuan logistik ke empat titik terdampak gempa Flores
Baca juga: BNN selamatkan 14,1 juta jiwa dari penyelundupan 2,6 ton sabu cair
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































