Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengingatkan akan ada penyesuaian perjalanan KRL imbas penutupan peron jalur enam hingga delapan di Stasiun Bogor sekitar tiga bulan sebagai upaya pengembangan prasarana stasiun.
“Penyesuaian ini kami lakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan perjalanan kereta api, mengingat adanya keterbatasan jalur operasional selama pekerjaan berlangsung,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo di Jakarta, Rabu.
Pekerjaan pengembangan prasarana di Stasiun Bogor yang resmi dimulai hari ini meliputi perpanjangan jalur kereta api serta penyesuaian dan pengembangan peron guna meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan di salah satu stasiun dengan volume pengguna tertinggi di wilayah Jabodetabek.
Seiring dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut, dilakukan penutupan sementara peron jalur enam hingga delapan serta penyesuaian pola operasi perjalanan KRL di Stasiun Bogor dan sekitarnya.
"Penutupan sementara peron jalur 6 sampai 8 dilakukan untuk memastikan seluruh proses pekerjaan, termasuk perpanjangan jalur dan penataan peron, dapat berjalan dengan aman dan optimal,” ujar Franoto.
Dia berharap, pengembangan ini akan memberikan dampak positif berupa peningkatan kapasitas layanan, kelancaran arus penumpang, serta kenyamanan yang lebih baik di Stasiun Bogor.
KAI Daop 1 Jakarta menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan standar keselamatan (safety) yang tinggi, baik untuk menjamin keamanan perjalanan kereta api maupun keselamatan para pekerja di lapangan.
Setiap tahapan pekerjaan dilakukan sesuai prosedur teknis, dilengkapi dengan pengawasan ketat, manajemen risiko, serta koordinasi intensif antarunit dan pihak terkait.
“Keselamatan merupakan prioritas utama kami. Oleh karena itu, seluruh pekerjaan perpanjangan jalur dan pengembangan peron dilaksanakan dengan standar safety yang ketat agar tidak mengganggu keandalan operasional serta tetap menjamin keamanan pelanggan,” tambah Franoto.
Sebagai langkah mitigasi, KAI Daop 1 Jakarta juga melakukan optimalisasi jalur yang masih aktif serta menyampaikan informasi secara masif kepada pengguna jasa melalui berbagai kanal komunikasi, agar pelanggan dapat menyesuaikan rencana perjalanan dengan lebih baik.
Baca juga: BPTJ: Penutupan total pintu Stasiun Bojonggede dilakukan bertahap
Baca juga: Jumlah penumpang KA Pangrango meningkat dalam lima tahun terakhir
Baca juga: KRL Bogor-Kota anjlok, KAI Commuter rekayasa pola operasi
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































