Palembang (ANTARA) - Sebanyak 443 haji kloter pertama Debarkasi Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II pada Selasa pukul 06.25 WIB.
Kedatangan rombongan yang sempat mengalami keterlambatan sekitar 20 menit dari jadwal semula pukul 06.05 WIB tersebut berlangsung lancar dan seluruh jamaah dilaporkan dalam kondisi sehat.
Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel Cik Ujang menyambut langsung kedatangan jamaah di asrama haji Palembang. Ia bersyukur seluruh jamaah tiba dengan kondisi baik meski sempat kelelahan setelah perjalanan panjang.
Baca juga: Kemenhaj: Kepulangan 1.560 haji Kota Tangerang bertahap mulai hari ini
“Alhamdulillah, jamaahnya sehat-sehat, lancar, dan walaupun kelelahan mereka terlihat ceria,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kerja petugas yang mendampingi jamaah selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci serta memastikan proses kepulangan berjalan tertib.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumsel M. Arkan Nurwahiddin menyebutkan kloter tersebut berjumlah 443 orang yang terdiri dari 438 haji, termasuk 437 haji asal OKU Timur dan satu haji asal Banyuasin, serta lima petugas haji.
Baca juga: Debarkasi Makassar siapkan garbarata sambut jamaah datang malam ini
“Alhamdulillah, kloter ini tiba utuh sebagaimana saat diberangkatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan seluruh jamaah mendapatkan pendampingan petugas selama perjalanan hingga tiba di Tanah Air dalam kondisi aman.
Para jamaah tampak ceria dan antusias bertemu kembali dengan keluarga setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Untuk proses kepulangan ke daerah asal, kata dia, pemerintah daerah akan mengatur penjemputan sesuai ketentuan, termasuk penyediaan transportasi bagi jamaah tertentu menuju titik kepulangan di daerah masing-masing.
Baca juga: PPIH: Kloter 1 Debarkasi Medan dijadwalkan tiba Selasa dini hari
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































