Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan mengatakan sejumlah warga Cilandak Timur (Pasar Minggu) dan Bintaro (Pesanggrahan) mengungsi akibat banjir.
"Warga Jalan NIS sebanyak 19 jiwa pengungsi RT 03 di Musholla Almakmuriah dan tiga jiwa RT 09, RW 03 di Pendopo Kenanga," kata Kasatgas BPBD Jakarta Selatan Sukendar saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, hingga pukul 09.00 WIB, ketinggian banjir di Jalan NIS mencapai 60 sentimeter (cm).
Banjir tersebut disebabkan hujan intensitas lebat di hulu, sehingga membuat Kali Krukut meluap dan menyebabkan genangan/banjir di Jalan NIS.
Sementara itu, ketinggian air di Jalan Madrasah dan Jalan Pembangunan Bawah, RT 01, 06, 07/RW 012 Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, mencapai 50 cm hingga pukul 09.00 WIB.
"Pengungsi dari RT 01, yakni 60 kepala keluarga (KK), RT 06, yakni 30 KK, dan RT 07, yakni 20 KK di Masjid Al Umariyah, Mushollah Al-baroah, Villa Anggrek," ujar Sukendar.
BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak 61 RT dan enam jalan tergenang banjir hingga pukul 07.00 WIB.
BPBD DKI mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
Bersama dengan para lurah dan camat setempat, seluruh unsur tersebut juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas banjir. Genangan pun ditargetkan surut dalam waktu cepat.
BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop.
Baca juga: BPBD catat 61 RT dan enam ruas jalan tergenang banjir di Jakarta
Baca juga: Personel gabungan tangani tembok roboh di Petukangan Utara
Baca juga: Hujan semalaman, banjir satu meter rendam Kebon Pala Jaktim
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































