Krakatau Steel tingkatkan peluang kerja dan daya saing SDM Banten

1 hour ago 1
Kita harus memastikan pendidikan dan pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri

Jakarta (ANTARA) - PT Krakatau Steel (Persero) berkomitmen untuk memperluas peluang kerja sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) di wilayah Banten.

Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global tersebut, BUMN baja tersebut bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Pemerintah Provinsi Banten, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) menandatangani Nota Kesepahaman pembentukan Banten Migrant Center.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, mengatakan pembentukan Banten Migrant Center merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global.

"Sebagai BUMN, Krakatau Steel memiliki tanggung jawab moral untuk turut menghadirkan solusi ketenagakerjaan yang konkret bagi masyarakat Banten," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Melalui kolaborasi tersebut, pihaknya ingin memastikan ekosistem industri yang telah berkembang di Banten dapat memberikan manfaat yang lebih luas melalui peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja.

Kehadiran Banten Migrant Center diharapkan menjadi wadah penyiapan kompetensi tenaga kerja sekaligus membuka akses penempatan kerja yang legal, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Banten di berbagai negara tujuan.

Menurut dia, Krakatau Steel Group siap mengoptimalkan aset pendidikan, fasilitas pelatihan dan lingkungan industrinya, melalui Yayasan Pendidikan Krakatau Steel (YPKS) untuk mendukung pengembangan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

"Kami berharap sinergi ini dapat melahirkan talenta-talenta unggul yang memiliki kompetensi global, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus martabat tenaga kerja Indonesia di pasar internasional," ujar Akbar Djohan yang juga Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). .

Sementara itu Gubernur Banten, Andra Soni mengapresiasi kolaborasi empat lembaga tersebut dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar global.

"Kita harus memastikan pendidikan dan pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri," katanya.

Melalui kolaborasi tersebut Pemprov berharap semakin banyak tenaga kerja Banten yang memiliki kompetensi, mendapatkan perlindungan, dan memperoleh akses terhadap pekerjaan yang layak baik di dalam maupun luar negeri.

Ia juga mengapresiasi dukungan Krakatau Steel Group yang membuka fasilitas pendidikan dan pelatihan untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Menurutnya, kehadiran Banten Migran Center diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja yang legal, aman, dan berkualitas sekaligus mendukung upaya penurunan tingkat pengangguran di Provinsi Banten.

Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI, Dwi Setiawan Susanto, yang mewakili Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan bahwa Banten menjadi daerah pertama yang mengintegrasikan pemerintah, perguruan tinggi, SMK, dan BUMN dalam satu ekosistem penyiapan pekerja migran Indonesia.

Menurut dia, Banten menjadi pilot project implementasi arahan Presiden dalam menyiapkan pekerja migran yang kompeten, terlindungi, dan memiliki daya saing global.

"Melalui kolaborasi ini, kita ingin mendorong lahirnya lebih banyak tenaga kerja terampil yang mampu mengisi berbagai peluang kerja di pasar internasional," ujarnya.

Dikatakannya, Banten Migrant Center akan menjadi wadah penguatan kompetensi, pelatihan, dan akses informasi bagi calon pekerja migran sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas SDM sekaligus memperluas kesempatan kerja yang aman, legal, dan berkelanjutan.

Baca juga: COO Krakatau Steel: Energi bersih terjangkau kunci transisi baja hijau

Baca juga: Kemenperin beri penjelasan soal tutupnya Krakatau Osaka Steel

Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |