Wapres Gibran tekankan etika penggunaan AI saat kunjungan ke Rancaekek

1 week ago 4
AI boleh digunakan, tapi jangan sampai ketergantungan. Berpikir kritis jangan sampai hilang. Pekerjaan Rumah (PR) jangan hanya mengandalkan AI...

Bandung (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya etika dan penguatan nalar kritis dalam penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat berkunjung ke Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Gibran saat meninjau Sekolah Menengah Pertama (SMP) Plus Muthahhari, Rabu, menyampaikan AI memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar mengajar.

“Penggunaan AI ini penting sekali untuk kehidupan sehari-hari, terutama untuk menunjang para guru dan pengajar, serta mempermudah kegiatan pelajar. Tapi di satu sisi, kita juga harus tahu bahwa AI ini ada aturan main dan etika,” ujar Wapres Gibran.

Ia mengingatkan agar pemanfaatan AI tidak membuat siswa bergantung sepenuhnya pada teknologi, tetapi harus meningkatkan kemampuan berpikir kritis tetap harus menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan.

Baca juga: Wapres Gibran tinjau pendidikan IoT di SMP Santo Yusup Bandung

“AI boleh digunakan, tapi jangan sampai ketergantungan. Berpikir kritis jangan sampai hilang. Pekerjaan Rumah (PR) jangan hanya mengandalkan AI, tetap harus dicari dan dipahami sendiri jawabannya,” kata Wapres Gibran.

Selain itu Wapres Gibran juga menyinggung potensi penyalahgunaan teknologi, seperti manipulasi gambar dan suara, yang kerap dimanfaatkan untuk penipuan.

Ia menyebut literasi digital dan pemahaman etika dinilai penting agar siswa mampu menggunakan AI secara bertanggung jawab.

Dalam sesi dialog, Wapres turut menanggapi pertanyaan siswa mengenai dampak lingkungan dari perkembangan teknologi AI, termasuk kebutuhan energi dan air dalam operasional industri semikonduktor dan pusat data.

Baca juga: Wapres dukung pelatihan AI yang digelar ASEAN Foundation-Polda Jateng

Menurutnya, setiap kemajuan teknologi memiliki konsekuensi sehingga diperlukan keseimbangan antara percepatan transformasi digital dan keberlanjutan lingkungan.

“Kalau bicara AI dan industrialisasi pasti ada plus dan minus. Tantangannya adalah mencari titik tengah. AI-nya jalan, edukasi meningkat, tapi lingkungan juga harus diperhatikan,” ujar Wapres Gibran.

Wapres juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu membimbing siswa dalam memanfaatkan teknologi secara tepat.

Kunjungan Wapres itu berlangsung sekitar satu jam dari 10.15 hingga pukul 11.15 WIB. Kemudian Wapres Gibran melanjutkan agenda kerja ke Pesantren Baitul Arqam di Kecamatan Pacet.

Baca juga: Wapres Gibran perkuat pesantren jadi pusat ekonomi berbasis teknologi

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |