Anggota MPR ajak masyarakat rawat kebinekaan lewat seni

1 hour ago 2

Banyumas (ANTARA) - Anggota MPR Siti Mukaromah mengajak masyarakat terus merawat kebinekaan bangsa melalui seni dan budaya sebagai bagian dari penguatan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Saat membuka Dialog "Harmonisasi Budaya-Merawat Kebhinekaan dengan Fondasi Empat Pilar Kebangsaan" dalam rangkaian kegiatan "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" di Pendopo Adipati Marapat, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu sore, ia mengatakan budaya memiliki peran penting sebagai perekat kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Hari ini kita berkumpul untuk melestarikan dan memelihara budaya yang kita miliki. Salah satunya dengan ngibing atau menari, ini adalah bagian dari pemersatu warga masyarakat Indonesia," katanya.

Menurut dia, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia harus dipandang sebagai kekuatan yang mampu menyatukan, bukan menjadi sumber perpecahan.

"Ketika kita berbeda, maka kita disatukan, salah satunya dengan budaya. Harapannya acara seperti ini menjadi kekuatan budaya yang mempersatukan kita sebagai warga bangsa Indonesia," katanya.

Anggota Komisi VII DPR RI yang akrab disapa Erma itu, menilai kegiatan "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, juga melibatkan seniman, pelaku UMKM, komunitas budaya, hingga generasi muda.

Baca juga: Budayawan ajak masyarakat Sunda jaga alam dengan nilai kebudayaan

Da juga mengingatkan pentingnya menjaga dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Saya ingin mengingatkan agar empat pilar yang menjadi dasar kita sebagai warga Indonesia jangan sampai dilupakan," katanya.

Ia menilai derasnya pengaruh budaya asing di era globalisasi harus diimbangi dengan kebanggaan terhadap budaya bangsa sendiri.

Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I Kementerian Pariwisata Bambang Cahyo Murdoko mengatakan kegiatan seperti "Banyumas Ngibing" menunjukkan budaya tidak hanya dapat dipentaskan sebagai ekspresi seni, juga menjadi ruang dialog, pembelajaran, dan pembentukan identitas bersama.

Menurut dia, budaya juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM, komunitas kreatif, sektor perhotelan, hingga penyerapan tenaga kerja.

"Kalau budaya terus dilestarikan, maka budaya juga bisa menyejahterakan masyarakat. Ekonomi tumbuh, UMKM tumbuh, masyarakat terlibat, dan sektor pariwisata ikut bergerak," katanya.

Ia mengharapkan "Banyumas Ngibing" terus berkembang sebagai ruang budaya yang inspiratif, inklusif, dan berkelanjutan serta ke depan dapat menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara.

Kegiatan "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" digelar di kawasan Banyumas Kota Lama pada 2-3 Mei 2026 dengan menghadirkan pertunjukan tari, dialog budaya, mural, serta berbagai aktivitas seni yang melibatkan komunitas budaya dari Banyumas maupun berbagai daerah lain serta mancanegara.

Baca juga: Anggota DPR sebut "Banyumas Ngibing" jadi penggerak wisata budaya

Baca juga: Kementerian Kebudayaan apresiasi pergelaran Banyumas Lengger Bicara

Pewarta: Sumarwoto
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |