DLH DKI angkut 164 ton sampah sisa kegiatan Hari Buruh

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengangkut 164 ton sampah sisa kegiatan peringatan Hari Buruh (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan lainnya pada Jumat (1/5).

“Seluruh area Monas dan sekitarnya sudah dituntaskan. Ini hasil kerja kolektif petugas di lapangan yang bergerak sejak kegiatan berlangsung hingga selesai,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi di Jakarta, Sabtu.

Dia mengatakan penanganan dilakukan cepat dan terkoordinasi.Petugas kebersihan bekerja dalam dua shift sejak acara berlangsung hingga usai, memastikan sampah tidak menumpuk dan kawasan publik segera pulih.

DLH telah menempatkan tempat sampah terpilah di berbagai titik strategis agar mudah dijangkau pengunjung. Fasilitas ini bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian dari edukasi publik agar masyarakat terbiasa memilah dan mengelola sampahnya sejak dari sumber.

Dudi mengatakan, momentum kegiatan besar seperti May Day menjadi pengingat bahwa setiap keramaian selalu berpotensi menghasilkan timbulan sampah dalam waktu singkat.

Karena itu, pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan petugas, tetapi membutuhkan peran aktif setiap individu.

“Setiap orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya. Letakkan pada tempat yang telah disediakan, dan bila memungkinkan, lakukan pemilahan sejak awal,” kata dia.

Dia mewakili DLH mengapresiasi partisipasi massa buruh yang turut menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. Dudi lalu menekankan bahwa kebiasaan baik ini perlu terus diperkuat agar menjadi budaya bersama dalam setiap kegiatan publik.

“Langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan memilah,” kata dia.

Baca juga: Polisi ikut bersihkan sampah usai peringatan Hari Buruh di Monas

Baca juga: DLH DKI kerahkan ratusan personel bersihkan sampah usai aksi buruh

Baca juga: Pasukan "oranye" pungut sampah di lokasi perayaan Hari Buruh

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |