Banjarmasin (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pentingnya patroli intensif di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mencegah kebakaran meluas di Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Patroli intensif harus terus dilaksanakan di wilayah rawan karhutla sebagai langkah untuk mengetahui titik kejadian lebih dini, sehingga kekuatan penanganan dapat segera diarahkan sebelum kebakaran berkembang dan meluas,” kata Wamenko Hanif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla Kalsel di Banjarmasin, Selasa.
Selain patroli, dia menekankan pentingnya desain sistem komando yang jelas agar seluruh unit yang berada di lapangan dapat diarahkan secara cepat dan tepat menuju titik kejadian sesuai kebutuhan penanganan karhutla.
Baca juga: Operasi udara TNI AU percepat pemadaman karhutla di Ring 1 Kalsel
Dengan sistem komando tersebut, kata dia, setiap kekuatan yang diterjunkan dapat bergerak dalam satu koordinasi dan tidak bekerja secara terpisah, sehingga penanganan karhutla di wilayah prioritas dapat dilaksanakan sesuai arah operasi yang telah ditetapkan.
Sementara itu Gubernur Kalsel Muhidin mengarahkan penguatan ketersediaan sumber air sebagai salah satu strategi menghadapi karhutla, terutama melalui upaya memastikan sumber air dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan kebakaran.
Ia menjelaskan salah satu langkah tersebut dengan pengeboran dua titik pada setiap embung, terutama di wilayah yang memiliki potensi sumber air cukup besar, sehingga ketersediaan sumber air dapat diperkuat untuk mendukung kebutuhan penanganan karhutla.
Baca juga: Kemenhut fokus basahi gambut di Ring 1 Bandara Syamsudin Noor Kalsel
Muhidin juga mendorong pemanfaatan metode geolistrik, yakni survei bawah permukaan dengan mengukur sifat kelistrikan tanah untuk membantu mengetahui struktur dan lapisan bawah tanah yang berpotensi mengandung atau menyimpan air.
“Langkah ini untuk membantu menentukan titik pengeboran secara lebih efektif, sehingga upaya penguatan sumber air dapat dilakukan berdasarkan kondisi bawah permukaan di wilayah yang menjadi prioritas penanganan karhutla,” katanya.
Rakor tersebut juga membahas pemetaan peralatan penanganan karhutla yang dimiliki masing-masing unsur untuk mengetahui jumlah, jenis, posisi, serta kesiapan peralatan di lapangan sebagai bagian dari penguatan strategi operasi penanganan karhutla khususnya di wilayah prioritas.
Baca juga: Heli BNPB andalkan embung Guntung Damar tangani karhutla Banjarbaru
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































