Jakarta (ANTARA) - Sakit perut sebelah kanan dapat muncul karena berbagai kondisi, mulai dari gangguan pencernaan ringan hingga masalah yang membutuhkan penanganan medis segera. Lokasi nyeri dan gejala yang menyertainya dapat membantu mengenali kemungkinan penyebabnya.
Rasa sakit di sisi kanan perut juga perlu diperhatikan berdasarkan letaknya, apakah berada di bagian atas, tengah, atau bawah. Penyebabnya dapat berbeda, sehingga tidak dianjurkan langsung melakukan diagnosis sendiri.
Baca juga: Makanan yang disarankan dikonsumsi saat sakit perut
Berikut 10 penyebab sakit perut sebelah kanan yang perlu diketahui.
1. Radang usus buntu
Salah satu penyebab yang paling sering dikaitkan dengan nyeri perut sebelah kanan bawah adalah apendisitis atau radang usus buntu.
Nyeri pada sebagian orang awalnya muncul di sekitar pusar, kemudian berpindah ke bagian kanan bawah perut dan semakin parah. Rasa sakit juga dapat bertambah ketika berjalan, batuk atau melakukan gerakan tertentu. Gejala lain dapat berupa mual, muntah, kehilangan nafsu makan, demam, sembelit atau diare.
Cara mengatasinya: radang usus buntu memerlukan pemeriksaan dokter. Jika dicurigai sebagai apendisitis, penanganan dapat berupa pemberian antibiotik dan pada banyak kasus dilakukan operasi pengangkatan usus buntu.
2. Batu empedu
Batu empedu dapat menyebabkan nyeri di bagian kanan atas perut, terutama ketika batu menyumbat saluran empedu. Rasa sakit dapat muncul secara tiba-tiba dan berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam.
Nyeri terkadang terasa di bagian tengah perut atau menjalar ke punggung dan bahu kanan. Mual dan muntah juga dapat menyertai kondisi tersebut.
Cara mengatasinya: batu empedu yang tidak menimbulkan gejala biasanya tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, apabila sudah menyebabkan nyeri atau komplikasi, dokter dapat merekomendasikan penanganan, termasuk operasi pengangkatan kantong empedu pada kondisi tertentu.
Baca juga: Sakit perut bisa jadi tanda anak alami masalah kecemasan
3. Radang kantong empedu
Peradangan kantong empedu atau kolesistitis sering berkaitan dengan batu empedu yang menyumbat saluran keluar kantong empedu.
Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat di perut kanan atas atau bagian tengah perut. Nyeri dapat menjalar ke bahu kanan atau punggung dan disertai mual, muntah serta demam.
Cara mengatasinya: kolesistitis membutuhkan pemeriksaan medis. Penanganannya dapat meliputi obat-obatan dan, pada banyak kasus, operasi untuk mengangkat kantong empedu.
4. Batu ginjal
Batu ginjal dapat menimbulkan rasa sakit di bagian samping perut dan dapat terasa hingga area punggung atau selangkangan. Nyeri akibat batu ginjal biasanya sangat kuat dan dapat datang serta pergi.
Keluhan lain yang dapat muncul antara lain mual, muntah dan darah dalam urine.
Cara mengatasinya: penanganan bergantung pada ukuran dan lokasi batu. Batu berukuran kecil dapat keluar melalui urine, sedangkan batu yang lebih besar atau menyebabkan komplikasi mungkin memerlukan tindakan medis.
5. Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau sakit di area perut, terutama jika infeksi telah melibatkan bagian saluran kemih yang lebih tinggi.
Keluhan dapat disertai rasa sakit ketika buang air kecil, perubahan frekuensi buang air kecil atau urine yang tidak normal. Infeksi yang melibatkan ginjal dapat menyebabkan nyeri di sisi tubuh dan demam.
Cara mengatasinya: pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penyebab infeksi. Jika memang disebabkan bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik sesuai hasil pemeriksaan.
Baca juga: Sebab orang sering menguap dan alami sakit kepala saat berpuasa
6. Gangguan pencernaan
Tidak semua sakit perut sebelah kanan disebabkan penyakit serius. Gas, gangguan pencernaan, sembelit atau masalah saluran cerna juga dapat menimbulkan rasa sakit atau kram di perut.
Gangguan pencernaan ringan umumnya dapat membaik setelah pola makan diperbaiki dan tubuh mendapatkan cukup cairan. Namun, apabila nyeri terus berlangsung atau semakin berat, pemeriksaan dokter tetap diperlukan.
Cara mengatasinya: cukup minum, makan dalam porsi lebih kecil dan menghindari makanan yang diketahui memicu keluhan dapat membantu pada kasus ringan.
7. Irritable bowel syndrome
Irritable bowel syndrome (IBS) merupakan gangguan yang dapat menyebabkan kram atau nyeri perut berulang, disertai perubahan pola buang air besar seperti diare atau sembelit.
Nyeri akibat gangguan pencernaan tidak selalu berada di satu titik. Karena itu, lokasi nyeri saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami IBS.
Cara mengatasinya: penanganan IBS disesuaikan dengan gejala. Perubahan pola makan, menghindari makanan pemicu dan pengelolaan stres dapat menjadi bagian dari penanganan.
8. Hepatitis atau gangguan hati
Organ hati berada di bagian kanan atas perut. Karena itu, gangguan pada hati, termasuk hepatitis, dapat menjadi salah satu kemungkinan penyebab rasa tidak nyaman atau sakit di area tersebut.
Keluhan yang berkaitan dengan gangguan hati dapat disertai gejala lain, termasuk perubahan warna kulit atau bagian putih mata menjadi kuning.
Cara mengatasinya: penyebab hepatitis perlu diketahui terlebih dahulu karena jenis dan penanganannya dapat berbeda. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan diagnosis dan terapi yang tepat.
Baca juga: Sering sakit perut di pagi hari? ini 9 penyebab yang mungkin terjadi
9. Hernia
Hernia terjadi ketika bagian organ atau jaringan tubuh menonjol melalui area otot yang melemah. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri, terutama ketika seseorang bergerak, batuk atau mengangkat beban.
Hernia termasuk salah satu kemungkinan penyebab nyeri pada area perut.
Cara mengatasinya: penanganan bergantung pada jenis dan tingkat keparahan hernia. Dokter dapat menentukan apakah kondisi cukup dipantau atau membutuhkan tindakan operasi.
10. Masalah pada organ reproduksi
Pada perempuan, nyeri di bagian kanan bawah perut juga dapat berkaitan dengan kondisi pada organ reproduksi, seperti kista ovarium, penyakit radang panggul atau kehamilan ektopik.
Karena beberapa kondisi tersebut dapat membutuhkan penanganan segera, nyeri perut yang disertai perdarahan vagina, terlambat menstruasi, pusing berat atau kondisi kehamilan perlu segera diperiksakan.
Cara mengatasinya: penanganan tergantung pada penyebabnya. Pemeriksaan dokter, termasuk pemeriksaan kehamilan atau pencitraan seperti USG, dapat diperlukan untuk memastikan kondisi.
Kapan sakit perut sebelah kanan harus diperiksa?
Sakit perut sebelah kanan sebaiknya tidak dianggap sepele apabila nyerinya berat, muncul secara tiba-tiba atau semakin parah.
Segera mencari pertolongan medis apabila sakit perut disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, perut membengkak atau sangat nyeri ketika disentuh, darah dalam urine atau tinja, kulit dan mata menguning, sulit buang air kecil, sulit buang air besar atau tidak bisa buang angin.
Khusus nyeri yang mengarah ke apendisitis, penanganan tidak sebaiknya ditunda karena usus buntu yang tidak ditangani dapat pecah dan menyebabkan komplikasi serius seperti peritonitis.
Pada dasarnya, sakit perut sebelah kanan bukan diagnosis, melainkan gejala yang dapat disebabkan banyak kondisi. Karena itu, cara mengatasinya harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika nyeri menetap, berulang atau disertai gejala peringatan, pemeriksaan medis menjadi langkah yang paling tepat.
Baca juga: Rutinitas malam yang bisa bantu kurangi risiko perut kembung
Baca juga: Penyakit pascabanjir, ini opsi bahan alami untuk melawan diare
Baca juga: Perut sakit usai makan bisa jadi indikasi masalah kesehatan serius
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































