Banjarbaru (ANTARA) - Satuan Brimob Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) membuka Kendaraan Dapur Lapangan (Randurlap) untuk memasok kebutuhan makanan bagi petugas dan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kemampuan Randurlap sekali masak bisa 300 porsi," kata Komandan Satuan Brimob Polda Kalsel Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar di Banjarbaru, Selasa.
Randurlap ditempatkan di posko penanggulangan karhutla di Tegal Arum Banjarbaru yang merupakan kawasan Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Baca juga: BNPB ingatkan warga di wilayah terdampak karhutla gunakan masker
Boy menegaskan makanan yang disajikan tidak hanya untuk petugas, namun terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Kami juga bisa jemput bola mengantarkan makanan ke masyarakat terdampak karhutla," ucapnya.
Baca juga: Wamenko Hanif: Intensifkan patroli guna cegah karhutla Kalsel meluas
Baca juga: Heli BNPB andalkan embung Guntung Damar tangani karhutla Banjarbaru
Komandan Satuan Brimob Polda Kalsel Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar ditemui di lokasi karhutla di Banjarbaru. (ANTARA/Firman)Atas arahan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Brimob juga mengoperasikan dua water treatment untuk penyediaan air bersih yang menyasar warga terdampak kekeringan pada musim kemarau panjang saat ini.
Dari kendaraan water treatment ini, kata dia, air yang diproduksi bisa siap minum melalui teknologi canggih filtrasi yakni sistem pemurnian yang mengubah air mentah menjadi air aman langsung konsumsi tanpa perlu direbus terlebih dahulu.
"Sekali produksi air siap minum bisa menghasilkan 400 liter," kata Boy.
Diketahui Tim Siaga Karhutla Satuan Brimob Polda Kalsel hingga saat ini terus berjibaku memadamkan api yang membakar lahan di sejumlah lokasi di Banjarbaru, ibukota provinsi Kalsel.
Baca juga: Operasi udara TNI AU percepat pemadaman karhutla di Ring 1 Kalsel
Pewarta: Firman
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































