Pekanbaru, (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, Provinsi Riau, memperpanjang pembelajaran jarak jauh atau daring bagi peserta didik dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) akibat kualitas udara memburuk karena kabut asap hingga Jumat (28/8).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal menyebutkan perpanjangan belajar daring itu diatur melalui Surat Edaran (SE) tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Kota Pekanbaru.
"Maka dalam rangka melindungi kesehatan peserta didik dari paparan kabut asap, kita terbitkan SE tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Kota Pekanbaru," katanya di Pekanbaru, Selasa.
Kebijakan tersebut, lanjutnya, diambil memperhatikan kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Selasa (25/8) yang terpantau levelnya berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Baca juga: Pemkot Jambi perpanjang masa belajar daring karena udara tidak sehat
Oleh karena dikeluarkan SE yang ditujukan kepada seluruh kepada PAUD/TK, SD dan SMP se-Kota Pekanbaru itu yang berisi lima poin. Pertama, kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring kembali dilaksanakan selama tiga hari pada Rabu hingga Jumat (26-28/8) yang dilakukan secara sederhana dan efektif.
Kedua, kepada sekolah/madrasah yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag) dan kementerian/lembaga lainnya di Kota Pekanbaru diimbau untuk dapat menyesuaikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan kegiatan ini, dengan tetap memperhatikan kondisi kualitas udara serta kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Ketiga, dalam rangka penguatan sistem dan strategi PJJ, kepala sekolah diminta memfasilitasi dan memastikan para guru mengikuti pendampingan/webinar penguatan PJJ yang telah dijadwal oleh Disdik Kota Pekanbaru.
Baca juga: Disdikbud Singkawang berlakukan pembelajaran daring dampak kabut asap
Keempat, orangtua/wali murid diminta memastikan anak tetap berada di dalam rumah dan tidak bermain maupun melakukan aktivitas di luar rumah guna menghindari paparan kabut asap. Apabila terdapat keperluan mendesak untuk keluar rumah agar menggunakan masker.
Kelima, pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk berikutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru berdasarkan informasi dari ISPU.
"Sehubungan dengan edaran terlampir untuk menjadi perhatian kepala sekolah agar memaksimalkan pemberian tugas atau latihan murid di rumah. Kemudian selama PJJ tidak ada pengiriman makanan bergizi gratis," tutur Abdul Jamal.
Baca juga: BNPB ingatkan warga di wilayah terdampak karhutla gunakan masker
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































