Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan mengerahkan 150 personel dengan dukungan enam alat berat untuk memperkuat pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak merembet di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang.
“Seluruh kekuatan personel dan peralatan tersebut dioptimalkan untuk patroli, pencegahan, pemadaman, dan pengendalian karhutla agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang dan meluas, serta tidak merembet ke hutan lindung,” kata Kepala Dishut Kalsel Fathimatuzzahra dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Kalsel di Banjarmasin, Selasa.
Dia menyebutkan enam alat berat untuk penanganan karhutla di hutan lindung terdiri atas dua unit long arm, satu unit alat berat apung, dan tiga unit PC 135, sebagai upaya memperkuat 150 personel untuk mendukung penanganan di lapangan sesuai kebutuhan dalam pembagian wilayah penanganan karhutla.
Selaku koordinator penanganan karhutla di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang dan sekitarnya, Dishut Kalsel didukung sumber daya dari Dinas Sosial, Polda Kalsel, serta Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Banjarmasin.
Baca juga: Prabowo tegaskan negara hadir hadapi bencana dan karhutla
Dishut Kalsel menegaskan komitmen untuk terus memperkuat penanganan Karhutla, khususnya di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang dengan mengoptimalkan patroli, pencegahan, pemadaman serta pengendalian agar kebakaran tidak meluas.
Dia menekankan bahwa penguatan personel, peralatan, patroli, dan koordinasi lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh kekuatan yang tersedia dapat digunakan secara optimal dalam menghadapi ancaman karhutla di kawasan tersebut.
“Kami bersinergi dengan seluruh unsur yang terlibat dan memastikan setiap kekuatan di lapangan dapat bergerak cepat sesuai kebutuhan,” ujar Fathimatuzzahra.
Baca juga: Kotawaringin Timur perpanjang tanggap darurat karhutla selama 20 hari
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































