- Selasa, 25 Agustus 2026 18:34 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) didampingi Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kanan), Gubernur Bali Wayan Koster (ketiga kanan), dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (ketiga kiri) meninjau lokasi pembangunan PLTS 100 GWp Site Gilimanuk di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam tiga tahun dan menjadi bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air untuk mengurangi ketergantungan nasional terhadap energi fosil. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom.
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjabat tangan dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kedua kanan) disaksikan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri), Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani (kiri), dan Gubernur Bali Wayan Koster (kanan) saat peluncuran dan peletakan batu pertama program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam tiga tahun dan menjadi bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air untuk mengurangi ketergantungan nasional terhadap energi fosil. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat peluncuran dan peletaka batu pertama program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam tiga tahun dan menjadi bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air untuk mengurangi ketergantungan nasional terhadap energi fosil. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































