Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria memandang pembangunan desa-desa di Papua Barat membutuhkan dukungan multipihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga pihak swasta.
"Untuk itu, harus dilakukan pemberdayaan dengan kolaborasi octahelix yang melibatkan banyak pemangku kepentingan," kata pria yang akrab disapa Ariza itu dalam audiensi antara Kemendes PDT dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Rabu.
Wamendes Ariza juga mengingatkan bahwa dalam membangun desa di Papua Barat, pemerintah daerah tidak boleh bergantung ke anggaran yang bersumber dari APBN atau APBD.
Saat ini, menurut dia, pembangunan di wilayah Papua pada dasarnya memiliki sejumlah tantangan, di antaranya terkait dengan kondisi geografis dan keberadaan daerah tertinggal hingga sangat tertinggal.
"Ada tiga masalah besar yang dihadapi oleh Desa di Indonesia yaitu SDM, Infrastruktur dan akses pembiayaan," kata dia.
Sejalan dengan itu, Wamendes Ariza pemerintah telah menghadirkan berbagai program prioritas untuk menggenjot pembangunan desa.
Baca juga: Kemendes siap bantu percepat pembangunan desa di Papua Barat
Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan telah menyampaikan sejumlah program prioritas yang membutuhkan intervensi Kemendes PDT di 7 kabupaten, 91 distrik, 57 kelurahan, dan 817 kampung.
"Kami programkan penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Selain itu, ada program bidang Pendidikan dan Kesehatan," kata dia.
Ia juga menyampaikan bahwa Provinsi Papua Barat tengah menyiapkan program peningkatan kapasitas aparatur dan warga desa. Selain itu, ada pula program pengembangan infrastruktur di kawasan pedesaan dan pengembangan daerah tertinggal.
Sementara itu, Mendes PDT Yandri Susanto telah menyatakan bahwa pihaknya siap membantu mempercepat pembangunan desa-desa di Papua Barat dengan memaksimalkan implementasi beragam program, seperti desa ekspor.
"Sekarang, desa bisa langsung ekspor lewat BUMDes," kata dia.
Sejalan dengan itu, Mendes Yandri meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk memetakan secara detail potensi yang dimiliki desa-desa yang dapat dikembangkan dan diekspor.
Baca juga: Bappenas: Percepatan pembangunan infrastruktur di Papua jadi prioritas
Baca juga: Mendes: Bangun kolaborasi untuk percepat pembangunan daerah tertinggal
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































