Wamendag: Swasembada penting untuk hadapi situasi geopolitik dunia

3 hours ago 4
upaya ketahanan energi dan pangan berjalan beriringan dengan langkah perluasan pasar ekspor produk-produk Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengatakan kemandirian atau swasembada di berbagai sektor penting untuk menghadapi situasi konflik dan geopolitik dunia saat ini yang dinamis.

We have to be self-sufficient (kita harus mandiri) agar kita bisa survive dalam kondisi apapun,” kata Wamendag Roro dalam wawancara siniar ANTARA di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan Indonesia prihatin dengan eskalasi ketegangan geopolitik yang semakin intens, salah satunya Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang terjadi belakangan ini, yang berdampak pada negara-negara di kawasan Asia Barat seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab.

Namun, Wamendag mengaku optimistis Indonesia dapat menghadapi situasi ini dengan baik, mengingat Indonesia selalu mengedepankan politik bebas-aktif.

“Kita selalu mengedepankan politik bebas aktif. Jadi kita bebas aktif, dan kita berupaya untuk berteman dengan semuanya, dengan seluruh negara,” ujar dia.

Baca juga: Wamendag ajak pelaku usaha manfaatkan perjanjian dagang internasional

Baca juga: Kemendag aktif lakukan pemantauan harga bahan pokok menjelang Lebaran

Wamendag mengatakan upaya ketahanan energi dan pangan nasional pun berjalan beriringan dengan langkah perluasan pasar ekspor produk-produk Indonesia yang masih berjalan.

Salah satunya adalah ekspor 2.280 ton beras untuk jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Roro mengatakan langkah ini sekaligus merupakan momentum penting untuk membuka pasar baru.

“Kita berupaya untuk bisa memasok beras-beras lokal kita. Harapannya tidak hanya untuk persiapan jamaah haji, tapi di samping itu juga memudahkan bisa dikenal di pasar Arab Saudi itu sendiri. Ini menjadi momentum juga,” kata Wamendag.

Beras yang dikirim ini pun merupakan hasil pengadaan gabah segar petani dalam negeri yang diproses melalui Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi, dengan kadar air terjaga, tingkat pecahan maksimal 5 persen, telah melalui uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, serta tersertifikasi halal.

Ekspor itu juga telah memperoleh dukungan penuh dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang mewajibkan seluruh dapur penyedia konsumsi jamaah haji Indonesia di Makkah dan Madinah menggunakan Beras Bulog Befood Nusantara untuk musim haji 2026.

Lebih lanjut, Roro mengatakan tujuan utama ekspor beras ke Arab Saudi salah satunya untuk jamaah haji Indonesia. Ia melanjutkan jamaah haji Indonesia lebih menyukai jenis nasi yang familier.

“Jadi kita ekspor ke Arab Saudi, khusus jamaah haji kita. Jadi ternyata jamaah haji kita itu memang lidahnya sukanya beras Indonesia, jadi taste-nya taste lokal,” ujar dia.

Baca juga: Wamendag Roro apresiasi MOU penempatan 4.000 tenaga kerja RI di Jerman

Baca juga: Wamendag Roro pantau harga dan stok bahan pokok jelang Ramadhan

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |