Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah memastikan alat penanganan banjir, mulai dari pompa permanen (stationer), pompa bergerak (mobile) dan pompa apung berfungsi baik.
"Secara umum, di sini sudah dipompa ke Kali Mookevart. Perlahan-lahan, memang butuh waktu, mudah-mudahan cepat surut," kata Iin saat meninjau lokasi banjir di permukiman RW 01 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin.
Menurut dia, banjir yang melanda permukiman warga RW 01 Rawa Buaya disebabkan intensitas hujan yang cukup lama. Selain itu, banjir juga disebabkan meluapnya Kali Mookevart.
"Ketika memang tadi curah hujan dalam durasi yang lama dan volumenya deras dan limpasan air di sini juga dipengaruhi tingginya debit Kali Mookevart," tuturnya.
Dia juga memastikan penanganan warga yang terdampak banjir. "Warga sebagian besar sudah berada di rumah, tapi memang ada beberapa warga yang dimungkinkan untuk mengungsi seperti bayi dan lansia, yang mendapatkan perhatian khusus," kata dia.
Adapun untuk persiapan teknis, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat juga telah menyiagakan 48 rumah pompa dengan 152 pompa permanen. Selain itu, disiagakan juga 70 pompa bergerak yang tersebar di sejumlah titik banjir di Jakarta Barat.
Lurah Rawa Buaya, Junaidi mengatakan, hingga kini satu kepala keluarga (KK) dengan dua perempuan, satu laki-laki dan satu bayi berusia dua bulan masih mengungsi di Pos RW 01. Selain itu, lima KK dengan empat balita, satu remaja dan 14 dewasa berada di Balai Warga RW 02 Rawa Buaya.
"Upaya kami bersama ketua RW adalah memfasilitasi pengungsi dengan memberikan bantuan kebutuhan natura untuk balita berupa pampers, susu formula, selimut dan handuk. Selain itu, kami berkoordinasi dengan Sudin Sosial terkait pemberian bantuan," katanya.
Baca juga: 2.000 jiwa mengungsi akibat banjir di Jakarta
Baca juga: Banjir di Jalan Daan Mogot Jakbar kian berlarut, ini penyebabnya
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































