Tangis penyesalan lansia 61 tahun hingga empat kali ikut hapus tato

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Tangis penyesalan tak kuasa dibendung Murni Dahlena (61), warga Lubang Buaya, Jakarta Timur, saat kembali mengikuti program hapus tato gratis yang digelar Baznas DKI Jakarta di Kantor Walikota Jakarta Timur.

Bagi Murni, ini bukan kali pertama. Dia sudah tiga kali menjalani proses serupa, dan hari ini menjadi yang keempat kalinya dia berupaya menghapus jejak masa lalunya.

"Saya hapus tato di sini sudah tiga kali. Ini sekarang yang keempat," kata Murni di Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa.

Perempuan lanjut usia itu mengaku memasang tato pada era 1980-an, saat ia masih muda. Kala itu, ia terbawa pergaulan teman-temannya.

"Sekitar tahun 80-an. Saya masih muda, masih liar-liarnya, ke mana-mana sama teman, sama saudara. Banyak teman bikin tato, saya diajak-ajak, ya, sudah," kenang Murni.

Namun, seiring bertambahnya usia dan pemahaman agama yang semakin dalam, penyesalan mulai menghampiri. Terlebih, tato di kedua tangannya bergambar daun ganja, yang membuat dirinya semakin menyesal.

"Kalau lihat gambar ganja itu, saya menyesal banget. Sampai saya sholat nangis berkali-kali. Saya minta diampuni dosa-dosa saya," ujar Murni sambil meneteskan air mata.

Baca juga: Ratusan warga ikuti program hapus tato gratis di Jaktim

Keputusannya menghapus tato muncul dari dorongan hati yang kuat. Dia mengaku sering mendengar ceramah di masjid, terutama saat peringatan Isra Mi’raj maupun Maulid Nabi.

Dari sana, Murni memahami tato kerap dikaitkan dengan persoalan sah atau tidaknya wudhu dan sholat.

"Niat hati saya. Karena katanya sholat itu tidak masuk air wudhunya, tidak sah. Dari situ, saya sering menangis kalau dengar ceramah. Saya akhirnya tinggalkan semuanya," jelas Murni.

Tak hanya memperbaiki diri sendiri, Murni juga aktif mengajak teman-temannya yang masih memiliki tato untuk ikut program serupa.

Meski sempat mendapat ejekan, Murni memilih bersabar dan tetap mengajak dengan cara yang baik.

"Ada teman ngeledek, katanya saya jadi ustazah. Tapi akhirnya dia minta diantar. Sekarang dia juga sudah dihapus. Senang banget dia. Kirain sakit banget katanya," ujar Murni.

Awalnya, dia mengaku takut menjalani prosedur penghapusan tato. Namun, setelah beberapa kali mengikuti, rasa takut itu hilang.

"Awalnya memang takut, tapi kalau sudah berkali-kali begini, tidak takut lagi," ucap Murni.

Kini, tato di kedua sisi tangannya tinggal sedikit. Dia bertekad menghapus semuanya tanpa sisa.

"Dua-duanya mau saya hapus. Semua saja, jangan sampai ada lagi di badan saya. Kita kan enggak selamanya hidup. Saya takut nanti tersiksa. Saya merasa berdosa," kata Murni.

Baca juga: Baznas DKI gunakan laser modern dalam program hapus tato gratis

Menurut dia, program hapus tato gratis itu sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang tidak mampu secara finansial.

Murni mengaku pernah mendapat tawaran penghapusan tato di tempat lain dengan biaya hingga Rp500 ribu per sesi.

"Hapus tato di luar mahal banget. Alhamdulillah, di sini gratis semuanya. Saya senang banget ada acara begini," ungkap Murni.

Sebagai warga Jakarta Timur, Murni rutin mengikuti program tersebut setiap kali digelar di wilayahnya karena lokasi yang dekat dari rumah.

Dia pun berharap kegiatan sosial itu terus berlanjut agar semakin banyak orang yang mau memperbaiki diri.

"Jangan malu. Bukan buat buka aib, justru malu kalau masih ada di badan kita. Mudah-mudahan, program hapus tato ini terus ada. Siapa tahu, teman-teman saya yang butuh, bisa saya antar kemari," tutur Murni.

Di usia 61 tahun, Murni memilih menutup lembaran lama hidupnya dengan tekad dan air mata penyesalan.

Empat kali mengikuti program hapus tato bukan sekadar proses medis baginya, melainkan perjalanan spiritual untuk kembali merasa tenang dalam beribadah.

Baca juga: Baznas DKI terapkan skrining ketat pada program hapus tato gratis

Seperti diketahui, ratusan warga mengikuti pelaksanaan program hapus tato gratis yang digelar di wilayah Jakarta Timur pada pekan kedua Ramadhan 2026.

"Alhamdulillah, di bulan suci Ramadhan ini, pada puasa di hari ke-13, dari Baznas Bazis Jakarta Timur mengadakan program hapus tato. Alhamdulillah, peserta pada hari ini yang mendaftar kurang lebih 200 orang," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin setelah membuka road show hapus tato Ramadhan Jakarta Timur di Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa.

Program sosial yang diinisiasi oleh Baznas Bazis Jakarta Timur itu kembali menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin menghapus tato sebagai bagian dari proses hijrah dan memperbaiki diri.

Program tersebut bukan sekadar layanan penghapusan tato secara medis, tetapi juga menjadi simbol niat untuk memperbaiki diri.

Pada Ramadhan tahun ini, Baznas/Bazis DKI Jakarta kembali membuka layanan hapus tato gratis bagi individu yang ingin berhijrah di berbagai wilayah Jakarta.

Baca juga: Peserta hapus tato diimbau jaga area bekas laser, tak boleh kena air

Layanan itu tersedia di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, pada 23-24 Februari 2026, dan Aula Masjid Assahara di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada 24 Februari 2026.

Kemudian, di Ruang Dirgantara Blok B/C Lantai 2 di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada 26 Februari 2026, serta Aula Serbaguna Blok C di Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada 3 Maret 2026.

Pendaftaran dibuka mulai 23 Februari hingga 4 Maret 2026 secara daring melalui laman baznasbazisdki.id/daftarhapustato, dengan target 1.000 peserta.

Calon peserta harus mengisi formulir pendaftaran secara lengkap dan benar dengan melampirkan fotokopi KTP dan foto tato yang ingin dihapus.

Nantinya, mereka dimasukkan ke dalam grup WhatsApp Layanan Hapus Tato di wilayah masing-masing, dan harus melakukan daftar ulang di lokasi kegiatan.

Layanan itu terbuka bagi masyarakat dengan KTP DKI Jakarta dan berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Baca juga: Antusiasme warga membludak, kuota hapus tato di Jaktim ditambah

Baca juga: Hapus tato mampu sempurnakan wudhu

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |