BNN: Program MBG selaras dengan visi "Ananda Bersinar"

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyebutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki keselarasan visi dengan program unggulan Aksi Nasional Anti Narkotika dan Ketahanan Bangsa Dimulai dari Anak (Ananda Bersinar).

Dalam audiensi strategis dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Jumat (27/2), Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan hal tersebut khususnya dalam membangun fondasi Generasi Emas 2045 yang sehat, berkarakter, dan memiliki daya tangkal kuat terhadap pengaruh negatif sejak usia dini.

“Pemenuhan gizi optimal adalah fondasi fisik esensial untuk memperkuat resiliensi kognitif anak,” ujar Komjen Pol. Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Dengan tubuh dan otak yang sehat, kata dia, anak-anak Indonesia akan memiliki benteng alami untuk menolak ancaman narkotika di masa depan.

Pada audiensi, dibahas integrasi program MBG sebagai instrumen penguatan resiliensi nasional dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Kepala BNN menyampaikan apresiasi atas terlaksananya audiensi tersebut dan memaparkan urgensi sinergi, merujuk pada data prevalensi narkotika tahun 2025 yang mencapai 2,11 persen atau setara 4,1 juta jiwa.

Baca juga: BNN tegaskan masyarakat agen perubahan cegah dan berantas narkoba

Berdasarkan tinjauan kriminologi sosial, lanjut Suyudi, kemiskinan dan kerentanan ekonomi sering dieksploitasi oleh sindikat narkotika. Oleh karena itu, kehadiran program MBG di kawasan rawan diyakini mampu menjadi instrumen mitigasi yang efektif.

Sebagai bentuk komitmen nyata, BNN menawarkan pemanfaatan instansi vertikal BNN RI yang tersebar di 34 provinsi dan 182 kabupaten/kota untuk memfasilitasi pembangunan infrastruktur pelayanan gizi.

BNN juga mengusulkan ide inovatif berupa penyisipan pesan literasi pencegahan narkotika melalui stiker atau embos pada wadah makanan (ompreng) MBG.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pemanfaatan ekosistem Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) sebagai sarana reintegrasi sosial bagi penyintas narkoba.

“Kami berharap para penyintas yang telah pulih dapat diberdayakan di SPPG agar mereka kembali produktif dan terhindar dari fase kekambuhan (relapse),” tuturnya.

Baca juga: BGN: MBG bernilai strategis tentukan arah masa depan bangsa

Kepala BGN Dadan Hindayana menyambut antusias tawaran kolaborasi tersebut. Ia memberikan atensi khusus terhadap ketersediaan 88 lokasi aset milik BNN yang sangat potensial untuk segera diintegrasikan menjadi titik SPPG.

“Target besar kami adalah membangun 24.362 titik SPPG di 514 kabupaten/kota. Realisasi skala besar ini mutlak membutuhkan sinergi lintas sektoral, termasuk dukungan operasional dari BNN,” ungkap Dadan dalam kesempatan yang sama.

Sebagai langkah awal, kedua lembaga sepakat menginisiasi kolaborasi pengembangan SPPG di wilayah Jakarta Utara; Lido, Bogor; dan Provinsi Banten.

Kolaborasi diarahkan untuk menyerap tenaga kerja dari kelompok penyintas narkoba yang telah menyelesaikan program rehabilitasi agar dapat berkontribusi di fasilitas SPPG.

Tak hanya itu, akan dibangun ekosistem SPPG di kawasan yang selama ini terstigma sebagai “kampung narkoba”, dengan tujuan mentransformasinya menjadi wilayah yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Untuk memastikan keberlanjutan program, kedua pihak juga akan segera merumuskan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan kerja sama yang terstruktur dan berkesinambungan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen kuat kedua belah pihak untuk segera mengakselerasi koordinasi teknis melalui Wakil Kepala BGN dan jajaran staf khusus.

Langkah tersebut ditempuh guna memastikan sinergi strategis yang telah disepakati dapat segera diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Baca juga: BNN: Kepercayaan publik modal utama penegakan hukum

Baca juga: BNN pastikan Call Center 184 siaga 24 jam dukung P4GN

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |