Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan dampak konflik Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel harus diantisipasi dengan kebijakan yang tepat sehingga harus menjadi perhatian serius para pemangku kepentingan.
"Amanat Konstitusi UUD 1945 untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan ikut dalam perdamaian dunia mesti menjadi perhatian para pengambil keputusan dalam menyikapi dampak konflik AS-Israel dan Iran," katanya, seperti keterangan diterima di Jakarta, Rabu.
Dalam diskusi daring "Nuklir atau Pergantian Rezim? Perang Iran dan Pengaruhnya bagi Indonesia dan Dunia", tidak berlebihan bila para pemangku kepentingan memberi perhatian khusus terhadap konflik tersebut beserta dampak yang mengikutinya.
Menurut Lestari yang juga anggota Komisi X DPR RI, dampak perang AS-Israel dan Iran tidak hanya menerpa negara-negara di kawasan Timur Tengah, tetapi seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Oleh karenanya, dia mendorong para pemangku kepentingan untuk melahirkan kebijakan tepat yang dapat mengantisipasi dampak konflik yang merupakan buntut dari ketegangan berkepanjangan antara AS dan Iran sejak revolusi 1979 itu.
Diskusi yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12 pada Rabu tersebut turut dihadiri Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada Denni Puspa Purbasari.
Menurut Denni, dampak perang AS-Israel dan Iran sangat terkait dengan energi karena terjadi blokade Selat Hormuz yang merupakan lalu lintas minyak dunia. Dampak lainnya, biaya logistik meningkat dan kepercayaan terhadap pasar menurun.
Dia memperkirakan akan terjadi lonjakan harga minyak di awal perang sebesar 8-10 persen. Kenaikan harga minyak dimungkinkan menjadi lebih besar jika konflik semakin lama.
"Dampak bagi Indonesia akan terlihat pada inflasi, neraca perdagangan eksternal, nilai tukar rupiah, dan fiskal," ucapnya.
Berkenaan dengan dampak itu, dia menyarankan pemerintah agar fokus mengalokasikan anggaran untuk memberi perlindungan kepada kelompok masyarakat rentan yang terdampak gejolak ekonomi yang terjadi.
"Kondisi ekonomi domestik akan menjadi penentu bila terjadi guncangan ekonomi dunia," tuturnya.
Baca juga: Pimpinan MPR kecam serangan sipil dan minta OKI waspada
Baca juga: Pimpinan MPR dorong penguatan energi dan ekonomi imbas konflik Timteng
Baca juga: MPR RI dorong pemerintah antisipasi dampak gejolak Selat Hormuz
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































