Pamekasan (ANTARA) - Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Jawa Timur menggelar sidang terbuka senat, Sabtu, mengukuhkan sebanyak empat guru besar di Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei.
Keempat guru besar yang dikukuhkan di Aula Kampus UIN Madura itu, yakni Prof Rudy Haryanto, Prof Atiqullah, Prof Mohammad Ali Al Humaidy dan Prof Achmad Muhlis.
"Prof Rudy Haryanto, ini merupakan guru besar untuk Ilmu Manajemen Pemasaran, Prof Atiqullah, di bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam, sedangkan Prof Mohammad Ali Al Humaidy dan Prof Achmad Muhlis merupakan guru besar di bidang ilmu Sosiologi Pendidikan Islam," kata Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Sahiron yang mengukuhkan keempat guru besar itu.
Ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan peran strategis para profesor dalam mentransformasikan ilmu dan membangun masyarakat.
Baca juga: Rektor UIN: Wacana penutupan prodi perlu disikapi secara konstruktif
"Semoga para profesor dapat terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Tugas profesor bukan hanya mengajar, tetapi juga membimbing masyarakat dengan nilai-nilai keislaman," katanya.
Sahiron juga menekankan pentingnya penerapan kurikulum berbasis cinta, yang menanamkan nilai mahabbah lillah, mahabbah linnas, mahabbah lil ‘alam, dan mahabbah lil wathan sebagai fondasi pendidikan Islam yang humanis dan berkeadaban.
Sementara itu, Rektor UIN Madura, Dr Saiful Hadi menjelaskan, pengukuhan guru besar merupakan indikator penting kemajuan institusi sekaligus penguatan kapasitas akademik.
"Guru besar adalah kekuatan akademik sekaligus penentu arah kemajuan lembaga. Kehadiran para profesor ini akan memperkuat kualitas keilmuan dan kontribusi nyata kampus dalam menjawab persoalan masyarakat," katanya.
Baca juga: Rektor UIN Jakarta perkuat diplomasi moderasi beragama di Wina Austria
Saiful juga menyoroti bahwa setiap bidang keilmuan yang dimiliki para profesor memiliki relevansi langsung dengan dinamika sosial yang berkembang.
"Berbagai problem sosial, politik, pendidikan, hingga ekonomi dapat dijawab melalui pendekatan keilmuan para profesor. Inilah bukti bahwa kampus hadir sebagai solusi bagi masyarakat," kata dia.
Menurut Saiful, kolaborasi lintas sektor dalam membangun peradaban yang lebih maju juga penting dilakukan, karena pihak kampus, pemerintah, dan masyarakat harus berjalan bersama.
"Kolaborasi adalah kunci dalam menghadirkan perubahan yang lebih cepat dan berdampak," katanya.
Baca juga: Menag: UIN Palu harus tambah 20 guru besar, tingkatkan mutu akademik
Pada kesempatan itu Saiful Hadi juga mengaitkan momentum pengukuhan guru besar dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 yang mengusung tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua".
Menurut dia, pengukuhan guru besar UIN Madura yang bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional tersebut menjadi refleksi nyata dari semangat pendidikan.
Sebab, sambung dia, pendidikan tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja, akan tetapi membutuhkan partisipasi semesta dari kampus, pemerintah, masyarakat, hingga dunia industri untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan bermutu.
Ia menambahkan bahwa kehadiran para guru besar menjadi bagian dari upaya memperluas akses, meningkatkan kualitas, dan memperkuat relevansi pendidikan tinggi di tengah masyarakat.
Baca juga: Menag harap UIN FAS jadi pusat pengembangan Islam di Bengkulu
"Kami ingin memastikan bahwa UIN Madura tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membangun peradaban yang religius, inklusif, dan berkeadilan," katanya, menjelaskan.
Usai prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan orasi ilmiah para guru besar yang memperlihatkan kontribusi keilmuan di bidang masing-masing.
Baca juga: Menag resmikan pembangunan gedung Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta
Pewarta: Abd Aziz
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































