Turun gunung untuk bikin paspor di Kota Palopo

4 weeks ago 21
Ada istilah perlu turun gunung untuk mengurus paspor untuk warga yang ditinggal di gunung

Jakarta (ANTARA) - Hari menunjukkan pukul 15.11 waktu Indonesia bagian tengah (WITA), kurang dari 49 menit lagi layanan Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Palapo, Sulawesi Selatan, tutup. Di ruang tunggu ada empat warga yang masih menunggu proses layanan.

Salah satunya Warnidah Nurham (50), yang sedang duduk menunggu dengan santai sambil memainkan ponselnya di ruang tengah Kantor Imigrasi Palopo.

Wanita paruh baya itu menunggu gilirannya untuk diproses berita acara pemeriksaan (BAP) karena paspor yang dimilikinya rusak tanpa sengaja.

Ini pengalaman pertama ibu rumah tangga itu mengurus paspor secara mandiri ke Kantor Imigrasi Palopo. Paspor yang ia urus akan digunakan untuk keperluan umroh yang kedua kalinya.

Dia mengisahkan, paspor pertamanya diurus oleh agen umroh. Kali ini, umroh yang kedua, paspor miliknya dinyatakan rusak, sehingga harus diganti. Warnidah mengurus seorang diri pergantian paspornya dengan datang langsung ke kantor imigrasi di Palopo.

“Tak bingung lah, semua lancar. Tadi ada petugas yang bantu, sejak awal pengurusan diarahkan. Jadi mudah semuanya, sekarang saya menunggu untuk di BAP,” kata Warnidah dengan nada riang khas warga Sulawesi saat ditemui.

Pertama tiba di Kantor Imigrasi Palopo, Warnidah disambut sapa dan salam oleh Duta Pelayanan Imigrasi Palopo. Duta itu menanyakan keperluannya dan membantu mengarahkannya ke costumer service (CS) untuk proses layanan.

Warnidah sudah mendaftar melalui aplikasi M-Paspor untuk perpanjangan paspor, Namun karena paspor yang dimilikinya rusak tersiram air, maka dia harus mengurus pergantian dengan di BAP terlebih dahulu.

Menurut Warnidah, pelayanan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo memudahkan dirinya dalam mengakses layanan keimigrasian secara mandiri. Selain itu, ruang tunggu yang nyaman serta petugas yang ramah membuatnya tenang.

Ramah lansia dan disabilitas

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |