Anak jalanan dan eks pelaku tawuran ramaikan "Penjaringan Boxing Showcase"

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Ratusan pemuda, termasuk anak jalanan dan mereka yang pernah terlibat tawuran, mengikuti "Penjaringan Boxing Showcase Vol.2" di Rusun Mawar RW 12, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu.

Turnamen yang digelar Polres Metro Jakarta Utara bersama Polsek Metro Penjaringan dan Forum Penjaringan Bersatu itu menjadi upaya menekan angka tawuran sekaligus menyalurkan bakat generasi muda di cabang olahraga tinju.

"Melalui pertandingan tinju ini kami berharap bisa menekan jumlah terjadinya tawuran dan menyalurkan bakat anak-anak yang hobi olahraga ini,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan setelah pelaksanaan Penjaringan Boxing Penjaringan Showcase Vol 1 tingkat tawuran di Jakarta Utara jauh berkurang.

Kombes Pol Erick mengatakan pertandingan tinju ini bertujuan untuk menjaring anak-anak muda dari wilayah Jakarta Utara yang berbakat dalam olahraga tinju.

"Kami berharap akan ada atlet-atlet muda yang berasal dari Jakarta Utara," kata dia

Ia mengatakan melalui kegiatan ini, pertandingan tinju di Penjaringan dapat menjadi kegiatan di tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Menurut dia jumlah peserta pada siang hari ini sampai 130 orang petinju. Umur 17 tahun, 20 dan berbagai kelas dari berat badan.

“Nantinya kami membuat kegiatan yang lebih besar lagi," katanya.

Ia mengatakan selain untuk menekan angka tawuran remaja, pertandingan tinju yang digelar komunitas forum penjaringan bersatu ini untuk memperingati HUT ke-80 Bhayangkara.

“Kami juga telah menggelar turnamen e-sport, bakti sosial, bakti kesehatan dan kegiatan lainnya tang bertujuan semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Forum Penjaringan Bersatu yang juga Ketua Panitia Penjaringan Boxing Showcase, Nurjaman mengapresiasi langkah Forkopimko Kota Jakarta Utara yang mendukung kegiatan pertandingan tinju untuk menekan angka tawuran tersebut.

Dua petinju yang merupakan warga setempat berlaga di turnamen tinju Penjaringan Boxing Showcase Vol 2 di Rusun Mawar, Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu (28/6/2026) (ANTARA/Mario Sofia Nasution)

"Kami mengadakan karena awalnya background nya dari anak-anak jalanan, anak tawuran. Kami rasa tawuran itu tidak baik, akhirnya kita buat pertandingan tinju," katanya.

Ia mengatakan para peserta yang pernah terlibat tawuran pun akhirnya berjabat tangan dan berdamai setelah ikut turnamen ini.

Menurut dia peserta umum dan diambil dari anak jalanan, supaya dia ke hal positif. Sejauh ini banyak gangster yang ikut bertanding, sampai mereka antusias sekali.

“Setelah pertandingan mereka berdamai, buat contoh. Peserta juga dapat sertifikat," katanya.

Dirinya berharap agar Pemkot Jakarta Utara memberikan perhatian khusus untuk para pemuda dengan membuat tempat berlatih yang legal.

Dua petinju muda ikut berlaga di turnamen tinju Penjaringan Boxing Showcase Vol 2 di Rusun Mawar, Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu (28/6/2026) (ANTARA/Mario Sofia Nasution)

Pertandingan tinju penjaringan boxing showcase ini juga dilengkapi dengan adanya layanan fasilitas kesehatan bagi para peserta tinju.

"Kita harap pemerintah memberikan Sasana tinju atau tempat untuk bimbingan berlatih untuk para pemuda," ucapnya.

Baca juga: Kemenpora sambut baik Asian Boxing Championship digelar di Indonesia

Baca juga: KTI perketat regulasi petinju pro guna dorong 'zero accident' di ring

Baca juga: Perbati jadikan UBL Nasional ajang pencarian petinju dari mahasiswa

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |