Beirut (ANTARA) - Pesawat tempur Israel kembali melancarkan serangan udara pada Minggu menargetkan kota Deir Seryan dan Taybeh di Lebanon selatan, dalam pelanggaran baru terhadap gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah mengatakan pasukan tentara Israel juga meledakkan bahan peledak dan membakar rumah-rumah di kota Khiam di selatan, serta sebuah drone juga terlihat terbang di atas wilayah pinggiran selatan Beirut.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan segera dalam serangan pasukan Zionis tersebut.
Eskalasi ini terjadi hanya dua hari setelah Beirut dan Tel Aviv menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat.
Perjanjian tersebut mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari seluruh wilayah Lebanon, yang dimulai dari dua wilayah percontohan yang tidak disebutkan namanya.
Sejak 2 Maret, Israel telah melakukan serangan militer di Lebanon yang menewaskan sedikitnya 4.246 orang, melukai 12.190 lainnya, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Lebanon: Perundingan dengan Israel terpisah dengan negosiasi AS-Iran
Baca juga: Lebanon, Israel teken kesepakatan kerangka kerja yang disponsori AS
Baca juga: Kesepakatan Lebanon-Israel dimulai dengan penarikan pasukan Israel
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































