Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara mengusulkan tujuh Rukun Warga (RW) di daerahnya untuk mengikuti Program Kampung Iklim (Proklim) Nasional.
“Seluruh RW kami dorong untuk mengikuti program ini. Namun, untuk tingkat nasional tahun ini terdapat tujuh wilayah prioritas yang kami persiapkan," kata Staf Seksi Peran Serta Masyarakat Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Ria Lantasi di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan Program Kampung Iklim (Proklim) memiliki beberapa tingkatan mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional dengan kategori Proklim Utama dan Proklim Lestari.
Ria menyebutkan enam RW diusulkan dalam kategori Proklim Utama, yakni RW 09 Kelurahan Semper Timur, RW 06 Kelurahan Lagoa, RW 12, Kelurahan Kelapa Gading Barat, RW 10 Kelurahan Kebon Bawang, RW 06 Kelurahan Pademangan Barat, dan RW 04, Kelurahan Penjaringan.
Sementara untuk RW 05, Kelurahan Sunter Agung diproyeksikan untuk mengikuti penilaian kategori Proklim Lestari yang merupakan tingkatan tertinggi dalam Program Kampung Iklim.
Sebelumnya, predikat Proklim Lestari berhasil diraih RW 01, Kelurahan Sunter Jaya, Kota Jakarta Utara pada tahun lalu, sehingga diharapkan RW 05 Sunter Agung dapat mengikuti kesuksesan tersebut.
“Kami terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya untuk mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang,” kata Ria.
Baca juga: Tim Proklim Kementerian LHK verifikasi dua kelurahan di Jakut
Perwakilan Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Kota (Setko) Jakarta Utara, Imam Prakoso mengatakan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) terus mengoptimalkan kesiapan RW 05 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok yang diusulkan untuk meraih predikat Proklim Lestari.
Menurut dia, seluruh indikator penilaian dapat terpenuhi dan pembinaan telah dilakukan selama beberapa hari terakhir guna memastikan kesiapan administrasi maupun kondisi fisik di lapangan.
"Saat ini masih dalam tahap pengusulan. Pembinaan dilakukan untuk memetakan aspek-aspek yang perlu diperbaiki maupun ditingkatkan agar seluruh indikator penilaian dapat terpenuhi," kata Imam.
Ia menjelaskan persiapan yang matang menjadi kunci agar Jakarta Utara mampu memberikan hasil terbaik dalam ajang pelestarian lingkungan tingkat nasional tersebut.
"Persiapan ini harus dilakukan secara serius karena batas waktu pengajuan administrasi hingga pertengahan Juni mendatang," ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 05, Kelurahan Sunter Agung Nurus Shobah menjelaskan persiapan telah dilakukan sejak jauh hari dengan melibatkan partisipasi aktif warga.
Bahkan, pihaknya telah berbagi pengalaman dan memberikan pembinaan kepada 19 RW lainnya di wilayah Kelurahan Sunter Agung.
Ia menyebutkan terdapat tujuh lokasi unggulan yang akan menjadi titik penilaian dalam aspek adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, yaitu Kebun Pinggir Kali (KPK), Eco Park, Rooftop Masjid, Sentra Budi Daya Maggot, Gang Hijau, RPTRA Sunter Muara, dan Taman Hati PKK.
"Semua upaya ini merupakan hasil kolaborasi dan gotong royong warga. Kami siap membuktikan bahwa RW 05, Kelurahan Sunter Agung layak meraih predikat Proklim Lestari," kata Nurus
Baca juga: Dinas Lingkungan Hidup DKI perkuat keberlanjutan Proklim 2025
Baca juga: 373 RW ikut Proklim sebagai upaya mitigasi perubahan iklim
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































