Shenzhen (ANTARA) - Sebuah truk bertanda Perjanjian Transportasi Lintas Perbatasan Greater Mekong Subregion (GMS Cross-Border Transport Agreement) baru-baru ini diberangkatkan dari Kota Shenzhen dan menuju Vietnam via Pelabuhan Perbatasan Youyiguan di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi di China selatan.
Hal itu menandai dibukanya operasional pengiriman jalan tol internasional GMS pertamanya yang diberangkatkan dari Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau di China selatan, demikian menurut rilis pers otoritas bea cukai dan transportasi terkait, sebagaimana warta Xinhua pada Rabu.
Dengan memanfaatkan kemudahan kebijakan di bawah perjanjian GMS, yakni "satu surat izin diakui dan diluluskan seluruh enam negara", kargo tersebut cukup dikirim ke tujuan akhir dengan hanya perlu satu kali pemuatan, tanpa perlu diganti truk dan dibongkar serta dimuat lagi.
Hal ini secara signifikan memangkas waktu dan biaya transportasi sekaligus mengurangi risiko kerusakan selama proses pengiriman.
Truk tersebut, yang bermuatan suku cadang elektronik bernilai tinggi seberat 16 ton, bertolak dari Zona Terikat Komprehensif Qianhai Shenzhen pada 20 Maret dan menjadi simbol diresmikannya jalur logistik lintas perbatasan utama baru yang menghubungkan Kawasan Teluk Besar dan negara-negara Asia Tenggara, kata rilis tersebut.
Sun Jialin, manajer umum sebuah perusahaan logistik yang berbasis di Shenzhen, menyebut mode pengiriman ini sebagai logistik "pintu ke pintu" yang memangkas waktu pengiriman sebesar 30 persen dan biaya logistik sebesar 15 persen.
Otoritas bea cukai menyesuaikan proses pemuatan dan pemeriksaan untuk pengiriman GMS, sekaligus lebih awal menerima dan memeriksa sertifikasi dan rute kargo GMS.
Selain itu, bea cukai di Shenzhen juga meningkatkan koordinasi dengan bea cukai di sepanjang rute pengiriman terkait proses perizinan bea cukai dan pengembalian pajak di zona tertentu. Upaya ini bertujuan untuk secara maksimal meningkatkan efisiensi transportasi di Kawasan Teluk Besar dengan negara-negara ASEAN, sekaligus memperkuat sinergi rantai industri dan pasokan di wilayah terkait.
Pewarta: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026


















































