Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan ketersediaan komoditas perikanan dalam kondisi aman dan melimpah menjelang momentum Bulan Suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.
Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa, Trenggono mengatakan kepastian itu didapatkan setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pemantauan ketat terhadap neraca stok dan kebutuhan di lapangan.
"Kementerian Kelautan dan Perikanan berkomitmen penuh untuk memastikan ketersediaan ikan bagi masyarakat khususnya dari sektor perikanan dapat terpenuhi dengan baik dan dengan harga yang terjangkau," kata Trenggono.
Dia menyebutkan berdasarkan data prognosa periode Januari hingga Maret 2026, pihaknya memproyeksikan total produksi ikan nasional mencapai 3,57 juta ton.
Angka itu terdiri dari kontribusi produksi ikan budidaya sebesar 2,05 juta ton yang mengandalkan optimalisasi masa panen, serta produksi ikan tangkap sebesar 1,52 juta ton dengan tetap memperhatikan dinamika cuaca dan musim penangkapan.
Selain itu, KKP memfokuskan pemantauan di delapan kota besar yang menjadi sentra konsumsi utama di Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya, Bandar Lampung, Palembang, Medan, Banjarmasin, Makassar, dan Ambon.
Ia menegaskan hasil pemantauan menunjukkan seluruh kota tersebut memiliki status "Aman" dengan persentase ketersediaan ikan yang melebihi 100 persen dari kebutuhan masyarakat.
Sebagai barometer konsumsi nasional, Jakarta mencatatkan angka kebutuhan tertinggi sebesar 80.004 ton. Meski kebutuhannya besar, pasokan di ibu kota sangat mencukupi dengan total ketersediaan mencapai 132 persen. Angka itu didapat dari produksi sebesar 47.760 ton dan dukungan stok yang melimpah sebesar 58.039 ton.
Kondisi serupa terjadi di Surabaya memiliki tingkat keamanan pasokan sebesar 143 persen. Kebutuhan warga Surabaya sebesar 22.289 ton mampu dipenuhi dengan baik lewat produksi lokal sebesar 16.692 ton dan stok simpanan sebesar 15.135 ton.
Baca juga: Menteri KKP pastikan percepatan penerbitan izin penangkapan ikan
Di wilayah Sumatera, Palembang dengan persentase ketersediaan tertinggi di antara seluruh kota pantauan, yakni mencapai 160 persen. Ketersediaan ini didorong oleh tingginya angka produksi yang mencapai 21.890 ton, jauh melampaui kebutuhan konsumsi kota tersebut yang berada di angka 16.269 ton, ditambah stok sebesar 4.187 ton.
Sementara itu, Medan mencatatkan tingkat ketersediaan 144 persen untuk memenuhi kebutuhan sebesar 25.517 ton. Pasokan di Medan didominasi oleh stok dan distribusi antarwilayah yang mencapai 29.832 ton, menopang angka produksi yang tercatat sebesar 6.998 ton.
Di sisi selatan Sumatera, Bandar Lampung juga dalam status aman (123 persen). Meski produksi tercatat 1.083 ton, kebutuhan sebesar 7.982 ton berhasil ditutup oleh stok yang signifikan sebesar 8.758 ton.
Kemudian di Kalimantan, Banjarmasin siap menghadapi lonjakan permintaan puasa dengan ketersediaan 142 persen. Kebutuhan masyarakat sebesar 6.720 ton dapat dipenuhi dengan mudah melalui produksi sebesar 6.359 ton dan stok 3.211 ton.
Di Indonesia Timur, Makassar mencatat ketersediaan 118 persen. Kebutuhan ikan di kota itu mencapai 14.164 ton, yang dipenuhi lewat produksi 7.942 ton dan stok 8.712 ton.
Terakhir, Ambon menunjukkan kemandirian produksi yang kuat. Dengan kebutuhan 5.277 ton, produksi lokal saja sudah mencapai 5.749 ton. Ditambah stok 915 ton, Ambon mencatatkan tingkat ketersediaan 126 persen.
"Kami dapat melaporkan status ketersediaan ikan secara nasional berada pada kategori aman," tegasnya.
Dia menambahkan sebagai langkah mitigasi dan strategi pengamanan pasokan ikan, KKP telah menyiapkan pemenuhan pasokan dari stok gudang beku dan mengoptimalkan hasil produksi dari sektor perikanan budidaya.
"Kami memastikan distribusi antarwilayah tetap berjalan lancar untuk menjaga keseimbangan pasokan di tingkat konsumen," kata Trenggono.
Baca juga: KKP identifikasi 30 ribu hektare tambak budidaya ikan di Aceh rusak
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































