Jakarta (ANTARA) - Kiper timnas futsal Indonesia Ahmad Habibie mengaku sangat senang saat namanya dinyanyikan di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa, ketika Indonesia menang 3-2 melawan Vietnam pada laga perempat final.
Nyayian ini dinyanyikan oleh ribuan suporter Garuda pada fase akhir babak kedua setelah Habiebie menyelematkan gawang dengan mukanya, yang merupakan satu dari banyak penyelamatan gemilangnya dalam pertandingan itu.
"Perasaannya ya sangat senang, terus banyak orang yang mendoakan. Terima kasih buat semuanya," kata Habiebie di mixed zone Indonesia Arena, Selasa.
Dalam semifinal, Indonesia akan menghadapi Jepang di Indonesia Arena pada Kamis (5/2).
Saat ditanya bagaimana pertandingan nanti, kiper klub Bintang Timur Surabaya itu menjawab, "Tanggapannya cuman ngasih yang terbaik aja sih buat semuanya, kasih yang kita punya. Insyaallah nanti jalannya pasti baik, insyaallah".
Semifinal menjadi pencapaian terbaik Garuda dalam Piala Asia Futsal, setelah perempat final empat tahun lalu di Kuwait.
Baca juga: Hector Souto kini pasang target lolos ke final
Habiebie berharap memberikan kemenangan lagi untuk Indonesia untuk mencetak sejarah baru dengan melangkah ke final.
"Minta doanya saja untuk semua masyarakat Indonesia, kasih yang terbaik. Apalagi ini kita tuan rumah, semoga bisa masuk final, bisa ngasih sejarah lagi," ucap Habiebie.
Dalam kesempatan yang sama, keyakinan untuk kembali mencetak sejarah disampaikan Syauqi Saud.
Syauqi berharap timnya mengalahkan Jepang, tim yang membuat Indonesia terhenti pada babak perempat final empat tahun lalu.
"Ya kalau kami sih yakin. Kami yakin lah kami harus bisa menang lawan Jepang gitu ya. Insyaallah kami yakin lah kami bisa menang, insyaallah. Kami akan memberikan yang terbaik di pertandingan semifinal nanti," ucap Syauqi.
Pertandingan semifinal Indonesia menghadapi Jepang digelar Kamis lusa pukul 19.00 WIB di Indonesia Arena, setelah semifinal pertama antara Irak dan Iran pukul 15.00 WIB.
Baca juga: Hector Souto tak puas dengan permainan Indonesia meski ke semifinal
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































