KSOP Batam kendalikan pencemaran laut Pulau Dangas dengan "oil boom"

2 hours ago 2
Fokus awal kami adalah membatasi sebaran pencemaran agar tidak meluas. Setelah itu dilakukan penanganan lanjutan terhadap muatan dan kondisi kapal

Batam (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Kepulauan Riau (Kepri), melakukan pengendalian pencemaran laut dengan pemasangan oil boom, menyusul kecelakaan kapal yang mengakibatkan keluarnya muatan dan tumpahan bahan pencemar di perairan Pulau Dangas.

Kepala KSOP Khusus Batam M Takwim Masuku di Batam, Selasa, menyampaikan pemasangan oil boom menjadi langkah utama dalam penanganan awal usai kecelakaan Kapal LCT (Landing Craft Tank) Mutiara Garlib Samudera pada Kamis (29/1).

Ia menjelaskan oil boom digelar mengelilingi kapal dan area terdampak, lalu terus disesuaikan dengan arah arus dan kondisi cuaca.

“Fokus awal kami adalah membatasi sebaran pencemaran agar tidak meluas. Setelah itu dilakukan penanganan lanjutan terhadap muatan dan kondisi kapal,” ujar Takwim.

Menurut Takwim, langkah cepat ini dilakukan untuk membatasi sebaran bahan pencemar sekaligus menjaga keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: National Marpolex 2025 bukti Indonesia siaga insiden pencemaran laut

“Kapal jenis LCT itu membawa sekitar 250 jumbo bag, dengan perkiraan sekitar 100 jumbo bag terbawa arus. Selain itu, terdapat oily water di enam tangki ballast dengan total sekitar 70 ton, sementara kondisi manhole kapal tidak kedap air sehingga memicu potensi pencemaran,” kata dia.

Penanganan tersebut dilanjutkan pada hari Sabtu (31/1), kata Takwim, dimana muatan dalam tangki kapal dan yang jatuh ke laut dipindahkan ke kapal penampung.

“Muatan berupa oily water pada tangki ballast dihisap menggunakan pompa dan dipindahkan ke kapal penampung TK HC 160 dengan bantuan TB Elang Tirta V. Muatan yang sempat jatuh ke laut juga diangkat ke atas kapal,” katanya.

Untuk memperkuat pengendalian pencemaran tersebut, ia mengatakan Pertamina Batam turut mendukung penambahan gelaran oil boom.

Baca juga: Dinas LH Batam kumpulkan 152 karung limbah minyak di Pantai Nongsa

Sementara itu Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban menyiagakan oil boom sepanjang sekitar 120 meter di atas KN Kalimasadha untuk antisipasi penanganan lanjutan bila diperlukan.

“Setelah proses penghisapan itu, Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera dilaporkan sudah mengapung stabil dan tidak lagi dalam posisi miring,” katanya.

Dalam operasi penanggulangan ini KSOP Batam mengerahkan sejumlah unsur kapal, antara lain KN Kalimasadha, KN Sarotama, KN Rantos, serta kapal patroli milik KSOP Khusus Batam.

“KSOP Batam memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga kondisi perairan benar-benar aman dan terkendali,” tambahnya.

Jika dipastikan tidak ada lagi kebocoran, lanjut dia, Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera akan ditarik ke galangan untuk pemeriksaan lanjutan dan perbaikan.

Baca juga: Akibat pencemaran minyak, nelayan Batam minta ganti rugi

Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |