Ketum PBNU pesan ke Prabowo agar tak terbawa arus rugikan Palestina

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf berpesan kepada Presiden Prabowo Subianto agar setiap langkah dan kebijakan yang diambil Indonesia tidak terbawa arus yang justru dapat merugikan rakyat Palestina.

Pesan tersebut disampaikannya usai mengikuti pertemuan antara Presiden Prabowo dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dan sejumlah kiai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa. Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan 16 ormas Islam serta tokoh pesantren dari berbagai daerah.

"Kami memahami semua yang dijelaskan oleh Pak Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah untuk terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina, merugikan rakyat Palestina," kata Gus Yahya, sapaan akrabnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Dalam pertemuan itu, Gus Yahya mengatakan para undangan yang hadir mendapatkan penjelasan dari Presiden Prabowo mengenai berbagai upaya dan perjuangan Indonesia dalam membantu Palestina.

Presiden Prabowo, kata dia, menjelaskan secara rinci pertimbangan-pertimbangan kebijakan yang bersifat realistis sesuai dengan kondisi dan peluang yang ada saat ini, agar Indonesia dapat berkontribusi secara lebih konkret dan berdampak nyata bagi Palestina.

Termasuk keterlibatan Indonesia dalam inisiatif Board of Peace yang digagas Amerika Serikat, dengan diiringi konsolidasi bersama negara-negara Islam dan negara-negara Timur Tengah yang turut berpartisipasi dalam inisiatif tersebut.

Adanya konsolidasi itu dimaksudkan agar kebijakan yang diambil berorientasi pada pembelaan terhadap Palestina.

"Sehingga hal-hal yang nanti dilakukan di dalam dewan tersebut akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang pada dasarnya dan menjadi motivasi mereka berpartisipasi di dalam dewan itu untuk membela dan membantu Palestina," ucapnya.

Presiden Prabowo, kata dia, menegaskan bahwa seluruh langkah Indonesia akan dijalankan dengan kewaspadaan dan berpegang pada prinsip untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza.

"Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza, tetapi juga nanti akan dikembangkan dalam ikhtiar-ikhtiar yang lebih luas sampai kepada rakyat Palestina yang ada di Tepi Barat," ucap dia.

Baca juga: Ormas Islam dan tokoh Muslim sebut pahami alasan Prabowo gabung BoP

Baca juga: Prabowo buka opsi keluar BoP jika Palestina tak merdeka

Pewarta: Fathur Rochman/Genta Tenri Mawangi
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |