Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara melakukan sejumlah langkah penanganan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jembatan BKT Rorotan terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari.
"Kemacetan tersebut terjadi akibat meningkatnya volume kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari,” kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Rudi Saptari Sulesuryana di Jakarta, Selasa
Menurut dia jembatan tersebut merupakan jalur alternatif timur dengan barat yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah Bekasi.
Ia mengatakan kondisi jalan utama di Bekasi yang tergenang banjir dan mengalami kerusakan membuat banyak pengendara beralih menggunakan jalur tersebut.
“Jembatan ini kapasitas jalannya terbatas, sementara kendaraan dari arah Bekasi menuju Jakarta meningkat cukup signifikan, terutama di pagi hari,” kata dia.
Ia menilai peningkatan kendaraan paling banyak terjadi dari arah timur ke barat atau menuju Jakarta dan Rorotan dan kondisi ini membuat lajur kendaraan sering saling berebut ruang dan memicu kemacetan.
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara melakukan pemisahan lajur di atas jembatan menggunakan barier sementara. Pihaknya melakukan pemisahan lajur supaya lebih tertib.
“Sementara ini pakai barier dulu, nanti kita lihat efektivitasnya. Kalau efektif maka pembatas ini diganti dengan beton,” jelasnya.
Selain pemasangan barier, Dishub juga menurunkan petugas untuk pengaturan lalu lintas pada jam-jam padat.
“Petugas kami turunkan pagi dan sore. Pagi dari jam 06.00 WIB sampai jam 09.00 WIB. Kemudian sore hari pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB,” kata dia.
Ia menyebutkan bahwa volume kendaraan di jembatan tersebut saat pagi hari bisa mencapai tiga kali lipat dari kondisi normal, meskipun belum dilakukan pencacahan resmi atau traffic counting.
“Kalau dilihat dari pemanfaatan kapasitas jalan, pagi itu satu jembatan penuh,” kata dia.
Sebelumnya terjadi penumpukan kendaraan baik sepeda motor maupun mobil yang akan melalui Jembatan BKT Rorotan tersebut dan membuat terjadinya kemacetan panjang akibat jumlah kendaraan yang membludak.
Baca juga: Atasi macet dan banjir, Pemprov DKI akan buat "flyover" di Daan Mogot
Baca juga: Macet panjang terjadi di Jalan DI Panjaitan usai banjir surut
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































