Semarang (ANTARA) - Arus balik kendaraan pemilir ke arah Barat atau Jakarta yang keluar dari Kota Semarang melalui Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, Jawa Tengah, Jumat sore, masih sekitar 3.000-an kendaraan per jam.
Gerbang Tol Kalikangkung terletak di wilayah perbatasan antara Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.
Berdasarkan data trafik kendaraan dari Pos Pengamanan (Pospam) GT Kalikangkung Semarang, Jumat, jumlah kendaraan yang keluar dari Semarang, Jumat pagi pukul 06.00 WIB sebanyak 1.298 kendaraan.
Trafik kendaraan terus meningkat setiap jam, yakni 07.00-08.00 WIB sebanyak 1.889 kendaraan dan 08.00-09.00 WIB sebanyak 2.617 kendaraan.
Baca juga: Kapolri dan tiga menteri buka jalur searah nasional dari Kalikangkung
Baca juga: Jelang one way nasional, lalin di GT Kalikangkung ramai lancar
Setelah itu, trafik kendaraan arus balik mencapai 3.000-an kendaraan per jam yang bertahan hingga data terbaru yang terkumpul pukul 16.00 WIB sebanyak 2.937 kendaraan.
Kepala Pos Pengamanan (Pospam) GT Kalikangkung Semarang AKP Dimas Arief Wicaksono menyebutkan volume kendaraan yang keluar Semarang, Jumat, mulai pukul 06.00-16.00 WIB tercatat 27.399 kendaraan.
Sedangkan trafik kendaraan dari arah sebaliknya, yakni menuju Semarang pada periode yang sama terpantau antara 600-700 kendaraan per jam.
Trafik kendaraan dari arah timur yang keluar melalui GT Kalikangkung selama 10 jam itu mencapai sebanyak 6.345 kendaraan.
Sedangkan arus lalu lintas di jalur perkotaan, terutama yang mengarah ke Jakarta juga terpantau lancar dengan sejumlah kendaraan berpelat dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
Beberapa simpul kemacetan terlihat cukup lancar, seperti di pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran, Semarang, yang dipadati kendaraan berpelat nomor luar kota, seperti B, E, A, dan T, serta plat nomor luar Jawa.
Baca juga: Trafik arus balik di Tol Kalikangkung mulai meningkat
Baca juga: Pemilir menikmati pengalaman melintas di Tol Japek Selatan
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































