Jakarta (ANTARA) - Tim kesehatan gabungan TNI AD dan relawan memberikan pelayanan medis dan kegiatan pemulihan trauma (trauma healing) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu (3/1).
Dalam keterangan resmi Dispenad TNI diterima di Jakarta, Minggu, kegiatan dipusatkan di Posko Kesehatan Gabungan Kecamatan Mesidah dengan menjangkau sejumlah lokasi terdampak, di antaranya Desa Pantan Kuli serta Desa Cemparam Lama dan sekitarnya.
Secara keseluruhan, tercatat 167 warga menerima pelayanan kesehatan yang terdiri dari 73 orang dewasa, 52 lansia, serta 42 anak dan balita.
Kegiatan ini melibatkan 37 personel Tim Kesehatan gabungan dari tenaga medis kecamatan, bidan desa, perawat puskesmas, tenaga kesehatan TNI, serta dokter dan komunitas relawan. Unsur TNI dan Persit Kartika Chandra Kirana turut membantu kelancaran kegiatan di lapangan.
Pada Desa Pantan Kuli, tim kesehatan memberikan layanan medis sekaligus trauma healing kepada sekitar 40 anak korban bencana melalui kegiatan bermain, bernyanyi, dan makan bersama guna memulihkan rasa aman dan keceriaan anak-anak.
Dalam kesempatan tersebut, bantuan perlengkapan sekolah dari PNS Kodam Iskandar Muda turut disalurkan.
Sementara itu, pada Desa Cemparam Lama, pelayanan serupa juga diberikan kepada warga dari Desa Cemparam Lama, Desa Cemparam Jaya, dan Desa Cemparam Pakat Jeroh.
Adapun keluhan dominan yang ditangani antara lain hipertensi, ISPA, demam, diare, gatal-gatal, dispepsia, serta Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
Melalui pelayanan terpadu ini, diharapkan kesehatan masyarakat terdampak dapat terjaga sekaligus membantu pemulihan kondisi psikologis, khususnya anak-anak, sebagai bagian dari komitmen TNI bersama unsur terkait dalam penanganan bencana.
Baca juga: TNI fasilitasi cukur rambut anak gratis warga terdampak di Taput
Baca juga: RSPPN dan TNI buka posko kesehatan di Aceh Tamiang
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































