Kabapanas: Ekspor beras haji RI ke Arab implikasi positif swasembada

2 hours ago 2
Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini adalah momentum yang baik dan terbesar sepanjang sejarah di bulan Maret

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan ekspor beras haji Indonesia ke Arab Saudi menjadi implikasi positif bagi pencapaian swasembada beras nasional sekaligus menunjukkan peningkatan produksi dan kepercayaan pasar internasional.

"Ini aksi nyata, bukan ilusi. Kita ekspor dua ribuan ton (2.280 ton), jadi bukan (impor) 1.000 ton. Nah ini 2.280 ton diekspor," kata Amran dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Amran menegaskan ekspor beras tersebut menguatkan capaian swasembada komoditas tersebut yang telah tercapai sejak akhir tahun 2025.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional telah memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk mendukung pemenuhan kebutuhan beras bagi jamaah dan petugas haji Indonesia pada tahun ini.

Ekspor beras perdana yang dikelola Bulog dipastikan mulai terlaksana dan menandai kuatnya stok beras Indonesia yang telah mencetak rekor swasembada.

Dalam surat yang diteken Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman dengan nomor 213/TS.03.03/K/02/2026 tanggal 27 Februari, Bulog ditugaskan untuk melaksanakan ekspor beras untuk pemenuhan logistik yang berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 2.280 ton dengan kualitas beras premium.

Berkat stok CBP 3,7 juta ton yang sangat kuat, ekspor dapat dilaksanakan karena kebutuhan konsumsi dalam negeri dipastikan telah tercukupi.

"Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini adalah momentum yang baik dan terbesar sepanjang sejarah di bulan Maret," ujar Amran.

Tidak hanya itu, pemerintah akan melakukan ekspansi ekspor beras dengan turut menyasar ke negara sahabat lainnya sehingga hasil petani di dalam negeri itu tidak hanya diperuntukkan untuk konsumsi jamaah haji asal Indonesia di Arah Saudi.

"Kita sudah menjajaki beberapa negara Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina. Mudah-mudahan ke depan bisa kita ekspor lebih besar lagi. Tetapi khusus untuk jamaah (haji dan umroh) kita, Saudi Arabia itu perkiraan antara 20 ribu sampai 50 ribu ton. Kemudian nanti ke negara lainnya lagi," tambah Amran.

Adapun logistik beras Bulog bagi jamaah dan petugas haji tahun 2026 diperkirakan untuk dapat memenuhi total 205.420 orang. Dengan asumsi konsumsi 170 gram nasi per orang per hari, maka diperoleh angka 2.280 ton dalam bentuk beras.

Secara rinci, dalam data Kementerian Haji dan Umrah, jumlah kebutuhan beras tersebut dihitung berdasarkan frekuensi makan jamaah yang mencapai 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah, dan 6 kali di wilayah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Untuk standar kualitas beras yang ditetapkan adalah beras premium dengan pecahan 5 persen.

Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, pada tahun-tahun sebelumnya, dapur penyedia layanan di Arab Saudi umumnya menggunakan beras dari negara lain dengan harga pasar sekitar 150 Riyal Saudi (SAR) per 40 kilogram (kg) atau setara Rp16.824 per kg.

Dengan program Beras Haji Nusantara yang digagas mulai tahun ini dapat memasok dengan harga lebih ekonomis daripada itu.

Langkah inovatif pemerintah ini juga merupakan bentuk efisiensi dan standardisasi menu jamaah ke depannya.

Kementerian Haji dan Umrah merencanakan jamaah haji akan mendapatkan porsi berupa nasi seberat 170 gram setiap kali makan yang didampingi lauk 80 gram, dan sayur 75 gram serta air mineral dan pelengkap lainnya.

Di sisi lain, beras yang akan dikirimkan ke Arab Saudi merupakan stok CBP kelolaan Perum Bulog yang sampai hari ini sepenuhnya merupakan hasil serapan dari produksi dalam negeri.

Pemerintah memastikan beras yang dikirimkan juga merupakan hasil giling gabah yang masih segar karena bersumber dari penyerapan produksi dalam negeri di awal 2026 ini.

Diketahui, pelepasan beras itu telah dilakukan di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta pada Rabu (4/3) merupakan awal dari pengumpulan stok terlebih dahulu di Pelabuhan Tanjung Priok. Selanjutnya akan dilaksanakan pengapalan yang rencananya dilaksanakan pada Sabtu (7/3) mendatang.

Pengapalan pun akan dilaksanakan secara bertahap untuk dapat memenuhi target stok yang ditetapkan.

Baca juga: Pengamat: "Niche market" kunci ekspor beras RI ke Timur Tengah

Baca juga: Pemerintah ekspor 2.280 ton beras untuk jamaah haji RI di Arab Saudi

Baca juga: BPOM pastikan mutu dan keamanan ekspor Beras Haji Nusantara ke Saudi

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |