Jakarta (ANTARA) - Komisi E DPRD DKI Jakarta meminta kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk menggenapi kuota sekolah swasta gratis yang berjumlah 105 sekolah agar anggaran yang telah ditetapkan dapat terserap maksimal.
"Yang mundur ada dua, tapi kita sudah minta ganti, cari ganti sekolah yang mundur, jangan sampai anggarannya tidak terserap," kata Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Muhammad Subki di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, DKI Jakarta pada Tahun Ajaran 2026/2027 telah menganggarkan program sekolah swasta gratis untuk sebanyak 105 yang terdiri dari SD, SMP, SMA dan SLB.
Anggaran tersebut telah disepakati, namun setelah dilakukan asesmen terdapat dua sekolah yang mengundurkan diri dari program sekolah swasta gratis.
Untuk itu, pihaknya meminta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta agar mencari gantinya. "Jadi nanti sekolah gratis itu akan tetap 105 sekolah swasta dari tingkat SD hingga SMA," ujarnya.
Baca juga: DKI akan tambah 60 sekolah swasta gratis tahun ini
Baca juga: DKI luncurkan 32 bus sekolah gratis khusus disabilitas
Subki menambahkan bahwa untuk jenjang Taman Kanak-kanak (TK) belum masuk pada program sekolah swasta gratis.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menambah sebanyak 63 sekolah untuk masuk ke daftar sekolah swasta gratis di Ibu Kota pada 2026.
“Sebanyak 63 (sekolah) yang kita akan tambah sekarang ini di 2026, jadi 103 jumlahnya. Kan 40 (sekolah) yang awal,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Nahdiana, Kamis (26/2).
Nahdiana mengatakan, 63 sekolah tersebut akan mulai gratis pada masa tahun ajaran baru atau pada Juli mendatang.
Kendati demikian, ia belum merinci sekolah mana saja yang termasuk dalam 63 sekolah gratis.
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































