Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.896 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.892 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi ketidakpastian yang terus berlanjut di Timur Tengah.
“Meningkatnya ketegangan, tanpa indikasi kompromi antara pihak-pihak yang terlibat, membebani sentimen pasar dan meredam risk appetite investor,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Sebelumnya, kabar miring mengungkapkan bahwa Iran telah mendekati AS untuk menjajaki potensi negosiasi perdamaian. Berita tersebut menghidupkan kembali risk appetite dari investor, dan mendorong permintaan aset berisiko tinggi. Namun, otoritas Iran membantah laporan tersebut.
Selain itu, Fitch mengumumkan revisi prospek sovereign rating Indonesia menjadi negatif dari stabil, sambil menegaskan peringkat di BBB. Penurunan prospek tersebut mencerminkan kekhawatiran atas keberlanjutan posisi fiskal domestik, khususnya meningkatnya tekanan pengeluaran pemerintah tanpa peningkatan pendapatan yang sepadan.
“Langkah ini menggemakan sinyal peringatan sebelumnya dari Moody’s,” ungkap dia.
Melihat sentimen global, S&P Global US Services PMI turun menjadi 51,7 pada Februari 2026 dari 52,3 sebelumnya, di bawah ekspektasi pasar sebesar 52,3.
Sebaliknya, ISM Services Index naik secara tak terduga menjadi 56,1 dari 53,8, melampaui perkiraan konsensus sebesar 53,5.
Sementara itu, data pasar tenaga kerja AS menunjukkan kondisi yang membaik, dengan ADP Employment Change meningkat menjadi 63 ribu pada Februari 2026 dari 11 ribu sebelumnya, dan melebihi ekspektasi 50 ribu.
“Dengan latar belakang ini, rupiah diproyeksikan akan diperdagangkan dalam kisaran Rp16.850–Rp16.975 pada sesi perdagangan hari ini,” ujar Josua.
Baca juga: Imbas AS-Iran, CORE perkirakan defisit APBN bisa melebar Rp200 T
Baca juga: Rupiah tembus level Rp16.900, BI intensifkan instrumen stabilisasi
Baca juga: Konflik Iran dengan AS-Israel, BI pastikan rupiah sesuai fundamental
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































