TNI AD kerahkan dua helikopter baru untuk antar logistik ke Papua

8 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) akan mengerahkan dua helikopter baru yang dibeli dari Rusia untuk mengantar logistik ke wilayah Papua.

Dua helikopter tersebut, yakni Mi-35M yang saat ini sudah berada di pangkalan Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) Semarang pada awal September 2026 lalu.

"Mungkin operasional bulan 10 ada dua jenis yang bisa, jenis Kamov (angkut) yang bisa untuk membantu masyarakat," kata Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat ditemui di acara TNI Fair 2026 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu.

Maruli menjelaskan selama ini pihaknya selalu mengerahkan helikopter untuk memberikan logistik berupa kebutuhan sandang, pangan, dan papan di wilayah Papua.

TNI AD menggunakan helikopter karena kondisi medan di wilayah Papua dipenuhi bukit dan pegunungan sehingga sulit untuk ditempuh menggunakan kendaraan darat.

"Kan ketinggian-ketinggian (dataran tinggi) itu sampai 2.000 kaki lebih di Papua itu," ungkap Maruli.

Kendati demikian, dia mengaku selama ini helikopter yang digunakan bukanlah milik TNI melainkan dari negara lain.

"Jadi, selama ini kita ini hanya bisa menyewa heli yang orang luar negeri punya. Sudah berpuluh tahun, ya," kata dia.

Saat ini, usai TNI AD memiliki dua helikopter baru itu, Maruli meyakini pengiriman logistik dapat dapat dilakukan dengan maksimal.

Helikopter tersebut, lanjut dia, mampu mengangkut muatan tiga sampai lima ton. Kemampuan tersebut membuat helikopter jenis tempur tersebut juga bisa mengangkut personel dalam jumlah banyak.

"Sehingga ini juga bisa sekalian dipakai untuk mendukung personil kita dalam membantu masyarakat," ucapnya.

Dengan adanya helikopter itu, Maruli mengharapkan operasi kemanusiaan yang dijalankan TNI AD di wilayah Papua bisa lebih maksimal.

Baca juga: TNI AD evaluasi sistem pengamanan pasca penembakan di Jayawijaya

Baca juga: TNI AD kerahkan kapal untuk antar logistik bantuan ke NTT

Baca juga: KSAD minta maaf kepada masyarakat atas insiden jembatan di Pangandaran

Pewarta: Walda Marison
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |