IPB University jadikan FiAC 2026 pendorong riset berdampak

4 hours ago 5

Bogor (ANTARA) - Pusat Pengembangan Ilmu dan Teknologi Pertanian dan Pangan Asia Tenggara (SEAFAST) bersama Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan dan Halal (LRI PGKH) IPB University menjadikan ajang Konferensi Internasional Bahan Baku Pangan Asia (FiAC) Ke-9 Tahun 2026 sebagai pendorong riset berdampak.

"FiAC menjadi kesempatan untuk mempertemukan hasil penelitian dengan kebutuhan dunia nyata," kata Kepala SEAFAST IPB University Dr Puspo Edi Giriwono di Bogor, Sabtu.

Konferensi yang digelar di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran Jakarta, 16-18 September 2026 menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat inovasi pangan berbasis bukti ilmiah, gizi, kesehatan, dan keberlanjutan.

Kegiatan tersebut juga buah kerja sama dengan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI/IAFT), Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) serta Divisi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University.

Baca juga: SEAFAST IPB: Riset pangan buka peluang peningkatan daya saing industri

Konferensi itu telah diselenggarakan sejak 2010 tersebut terus diarahkan untuk menjembatani temuan laboratorium dengan pengembangan model bisnis, peningkatan skala, dan penerapan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Ini adalah kesempatan untuk berkomunikasi, bertanya, mendengar, dan mencari penyelesaian bersama,” katanya.

FiAC 2026 menghadirkan akademisi, industri, pemerintah, asosiasi profesi, mahasiswa, dan peneliti muda melalui sesi pleno dan teknis, presentasi poster, kompetisi mahasiswa, program nutraseutikal, academia to business, serta forum halal.

Konferensi ini juga menghadirkan Dr Ranjan Jha dari Nutrition International yang membahas fortifikasi pangan dalam transformasi sistem pangan, serta Han Yin Leong dari Food Industry Asia yang mengangkat pengolahan pangan untuk fortifikasi, reformulasi, dan peningkatan gizi masyarakat.

Pewarta: Syarif Abdullah
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |