Tanjung Selor, Kaltara (ANTARA) - Festival Rakyat Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 menghadirkan 50 stan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai upaya mempromosikan produk lokal dan meningkatkan ekonomi daerah.
“Pada Festival Rakyat yang digelar 9-20 Juli ini kita menghadirkan 50 stan jajanan kuliner dari pelaku UMKM berasal dari daerah ini. Inilah jantung ekonomi kerakyatan,” ujar Ketua Harian Kadin Kaltara, Syamsul Bahri, di Tanjung Selor, Jumat.
Festival Rakyat yang diselenggarakan di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan tersebut, dilaksanakan atas kerja sama berbagai pihak, di antaranya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kaltara dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.
Berbagai kegiatan, lanjutnya, dilaksanakan hingga acara penutupan. Terlebih, lanjutnya, acara yang turut didukung Televisi Republik Indonesia (TVRI) Stasiun Kaltara ini juga akan digelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.
“Ada lomba yel-yel piala dunia, ada karaoke, ada Kaltara Got Talent, Zumba Party kemudian fashion show, lomba mobile legend buat adik-adik sebagai wadah generasi muda pencinta E-Sport,” katanya.
Memanfaatkan momen bergengsi Piala Dunia 2026, kata Syamsul, ajang ini tidak hanya untuk kegiatan ekonomi rakyat, tapi juga hiburan dengan semangat persatuan.
Baca juga: Kodam XIX/TT dan Kadin Riau gelar Festival Rakyat Nusantara dan nobar
Baca juga: Ratusan peserta ramaikan Festival Sepak Bola Rakyat di Makassar
Ia mengajak masyarakat Kaltara khususnya, serta provinsi di sekitar Kaltara dan juga tamu-tamu luar daerah yang datang untuk berbelanja sambil menikmati hiburan yang ada di Festival Rakyat.
“Manfaatkan momen ini dengan membeli dan menikmati produk lokal, karena setiap transaksi adalah bentuk dukungan nyata kepada UMKM di Kaltara. Mari kita jadikan Festival Rakyat sebagai ajang promosi, meningkatkan ekonomi dan pengenalan kuliner khas Kaltara kepada dunia,” ajaknya.
Pemprov Kaltara melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara, Sapi’i menegaskan semangat gotong royong dan kolaborasi pelaksanaan Festival Rakyat seperti inilah yang menjadi modal penting dalam membangun Kaltara yang semakin maju, makmur dan terus tumbuh berkelanjutan.
“Festival Rakyat ini bukan hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga merupakan salah satu upaya nyata untuk menggerakkan roda perekonomian daerah,” katanya.
Kehadiran stan-stan UMKM serta berbagai rangkaian kegiatan lainnya, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi, membuka peluang usaha, memperluas pasar bagi produk-produk lokal dan memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha maupun masyarakat secara luas.
“Kita semua menyadari bahwa saat ini dunia sedang menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian. Kondisi tersebut tentu memberikan pengaruh terhadap berbagai sektor, termasuk perekonomian,” ujarnya.
Namun demikian, dia meyakini bahwa masyarakat Kaltara memiliki semangat, kreativitas serta daya juang yang tinggi untuk terus bertahan dan berkembang.
Untuk itu, Sapi’i mengajak masyarakat Kaltara untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk dan layanan, manfaat teknologi serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas dan seluruh elemen masyarakat.
“Saya yakin dan percaya Festival Rakyat ini memberikan efek berganda bagi sektor perdagangan, kuliner, transportasi hingga jasa lainnya,” tuturnya.
Dia juga optimis apabila semangat membangun ekonomi kerakyatan dipelihara melalui inovasi, kerja keras, dan kolaborasi yang berkesinambungan, maka Kaltara akan semakin maju, semakin mandiri, dan memiliki daya saing yang semakin kuat.
Baca juga: Festival permainan rakyat Kalbar perkuat budaya dan kebugaran
Baca juga: Festival Sepak Bola Rakyat digelar, sambut Piala Dunia 2026
Baca juga: Walikota: Denpasar Festival pesta rakyat dan apresiasi UMKM
Pewarta: Agus Salam
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































