Kebakaran hutan di Spanyol Selatan tewaskan 11 orang

2 hours ago 3

Moskow (ANTARA) - Sebanyak 11 orang tewas setelah kebakaran hutan melanda Provinsi Almeria di Spanyol selatan pada Kamis, demikian pihak layanan darurat Andalusia kepada Kantor Berita RIA Novosti pada Jumat.

"Akibat kebakaran tersebut, 11 orang dipastikan meninggal dunia, bukan 12 orang seperti yang dilaporkan sebelumnya," ujar seorang perwakilan dari layanan darurat tersebut.

Berdasarkan keterangan pihak layanan darurat, beberapa korban ditemukan tewas di dalam kendaraan yang hangus terbakar.

Wakil Kepala Pemerintah Regional Andalusia, Antonio Sanz, menyatakan bahwa sebagian besar atau seluruh korban tewas dalam kebakaran hutan di Almeria tersebut diduga merupakan warga negara asing, meski ia menekankan bahwa informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Ia menambahkan bahwa "empat orang di antaranya diduga merupakan warga negara Inggris karena mobil tempat mereka ditemukan memiliki kemudi di sebelah kanan (setir kanan)."

Pemerintah setempat melaporkan bahwa sekitar 1.000 orang telah dievakuasi dan ditampung di sebuah gedung olahraga di kotamadya Garrucha, serta di pusat olahraga dan gedung pertemuan di Mojacar.

Kebakaran hutan tersebut pertama kali berkobar pada tanggal 9 Juli di kota Los Gallardos, Provinsi Almeria.

Kobaran api dengan cepat merembet melalui kawasan hutan dan menghanguskan sekitar 3.150 hektare lahan.

Upaya pemadaman api hingga saat ini masih terkendala oleh medan yang sulit dan dipenuhi banyak jurang.

Ratusan petugas gabungan, armada pesawat pemadam, serta personel militer telah dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Sedikitnya 12 orang tewas akibat kebakaran hutan di Andalusia, Spanyol

Baca juga: Kebakaran hutan di Prancis hanguskan 4.600 hektare, 10.000 mengungsi

Baca juga: Prancis selatan evakuasi 12.000 orang akibat kebakaran hutan

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |