Gubernur Bangkok evakuasi warga pasca proyek MRT sebabkan tanah ambles

3 hours ago 2

Bangkok (ANTARA) - Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt, memerintahkan evakuasi sementara kepada warga dan penutupan jalan raya dekat perempatan Wongwian Yai setelah kebocoran air di proyek pembangunan jalur kereta bawah tanah menyebabkan penurunan tanah.

Insiden itu terjadi di area pembangunan jalur kereta bawah tanah MRT Purple Line South di Jalan Prachatipok. Kebocoran air di dalam kolam penahan air menyebabkan tanah di sekitarnya mengalami penurunan sehingga pemerintah setempat menutup ruas jalan dan memantau area dalam radius 30 meter dari lokasi kejadian.

"Prioritas Utama kami adalah keselamatan di permukaan. Kami terus memantau laju kebocaran air dan tanah, penurunan permukaan tanah, dan kemungkinan kemiringan pada bangunan di sekitar lokasi," kata Chadchart.

Sekitar 60 warga yang menempati tiga bangunan komersial di sepanjang Jalan Prachatipok diperintahkan mengungsi selama sekitar satu pekan.

Sensor juga dipasang pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi untuk memantau pergerakan struktur dan kemiringan bangunan setiap saat.

Pemerintah kota juga menutup kedua arah Jalan Prachatipok untuk mengurangi getaran akibat lalu lintas dan mempermudah proses perbaikan.

Masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif atau transportasi umum.

Kontraktor proyek Mass Rapid Transit Authority of Thailand (MRTA) telah memompa air keluar dan menyuntikkan beton ke dalam tanah guna menstabilkan area terdampak. Hasil pemeriksaan awal para insinyur menunjukkan tidak terdapat indikasi signifikan atas penurunan lanjutan pada bangunan di sekitar lokasi.

Kendati demikian kantor distrik setempat memberlakukan larangan sementara untuk memasuki bangunan terdampak hingga kondisi dipastikan aman.

Kontraktor proyek juga akan menanggung biaya akomodasi bagi warga yang mengungsi.

Baca juga: Delapan orang tewas di Bangkok setelah kereta bertabrakan dengan bus

Baca juga: China serukan percepatan pembangunan Jalur Kereta China-Thailand

Penerjemah: Bayu Prasetyo
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |