Mengamankan ekonomi dan produksi pangan nasional saat El Nino

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Stabilitas ekonomi nasional pada akhirnya akan terdampak oleh perubahan iklim. Fenomena iklim ekstrem seperti El Niño yang diprediksi terjadi tahun ini berpotensi menurunkan produksi pertanian sehingga pembangunan nasional terhambat.

El Niño di Indonesia cenderung menyebabkan iklim yang kering sehingga pasokan air untuk produksi pertanian terhambat yang berujung pada hasil panen menurun.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi pada Juni ini sekitar sepertiga wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau El Nino dengan puncak kekeringan pada Agustus hingga September.

Bagi sektor pertanian, kondisi tersebut tidak dapat dipandang sebagai fenomena alam biasa. Tanaman dan ternak merupakan makhluk hidup yang sangat bergantung pada keseimbangan lingkungan, seperti: ketersediaan air, suhu, serta kelembaban tanah yang menjadi faktor penting dalam berproduksi.

El Nino wajib diantisipasi strategi mitigasi, adaptasi, maupun kombinasinya agar stabilitas ekonomi tidak terdampak berat.

Baca juga: Bantuan air digencarkan di tengah kekeringan mulai meluas di Pulau Jawa

Langkah pertama yang dilakukan adalah memetakan wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kekeringan. Identifikasi ini menjadi dasar untuk menentukan lokasi prioritas intervensi pemerintah sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Melalui pemetaan tersebut, pemerintah dapat mengetahui daerah yang berpotensi mengalami penurunan ketersediaan air serta menentukan jenis penanganan yang paling tepat, baik berupa pembangunan infrastruktur air maupun penyediaan varietas tanaman yang sesuai.

Ketersediaan air merupakan faktor paling menentukan keberhasilan produksi pertanian pada musim kemarau. Sebagian besar lahan pertanian di Indonesia masih bergantung pada curah hujan sehingga ketika intensitas hujan menurun, risiko gagal panen meningkat.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |