Tim SAR kembali temukan satu korban kapal tenggelam di Labuan Bajo

23 hours ago 7
Tim SAR gabungan menurunkan sonar serta melakukan penyelaman untuk mencari para korban yang tenggelam

Kupang (ANTARA) - Tim SAR gabungan di hari ke-10 kembali berhasil menemukan satu jenazah WNA Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat , NTT pekan lalu.

Kepala Kantor SAR Maumere selaku SMC (SAR Mission Coordinator) Fathur Rahman dihubungi dari Kupang, Minggu, mengatakan penemuan korban itu dilakukan setelah tim SAR menyisir di Pulau-pulau terdekat yang menjadi lokasi tenggelamnya kapal.

“Tim SAR gabungan menurunkan sonar serta melakukan penyelaman untuk mencari para korban yang tenggelam,” katanya.

Dengan penemuan ini maka sudah dua korban tenggelam yang ditemukan oleh tim SAR gabungan. Setelah sebelumnya pekan lalu seorang anak berusia 12 tahun ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Baca juga: Basarnas perpanjang pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur Kombes Pol Henry Novika Chandra di Kupang mengatakan hasil identifikasi oleh tim DVI Polres Manggarai Barat menyatakan bahwa korban yang ditemukan adalah pelatih Valencia FC Fernando Martin Carreras

“Ya betul. Jenazah berjenis kelamin laki-laki dewasa dan warga negara Spanyol,” tambah dia.

Sebelumnya, kecelakaan laut menimpa kapal motor Putri Sakinah yang mengangkut wisatawan di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Kapal pinisi itu membawa 11 penumpang yang terdiri dari enam wisatawan mancanegara asal Spanyol, satu orang pemandu wisata, serta empat orang kru kapal.

Dari total 11 orang yang berada di atas kapal, tujuh orang berhasil diselamatkan. Sedangkan empat orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Baca juga: Dubes Spanyol minta lanjut cari korban kapal tenggelam di Labuan Bajo

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |